Kesiapan Pilkada Harus Sampai Wilayah 3T

Warga melintas di depan mural bertema pemilihan umum di kawasan Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten, Kamis, 7 Mei 2020 (Ant/Fauzan)

KBRN, Jakarta: Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia meminta persiapan Pilkada Serentak tahun 2020 harus menekankan protokol kesehatan Covid-19.

Hal ini disampaikan saat Dialog Forum Legislasi dengan tema "Pilkada Serentak 2020 dengan Protokol Kesehatan Covid-19".

Politisi dari Fraksi Golkar ini merinci protokol kesehatan di 105 Juta TPS diantaranya, masker, hand sanitizer, thermogun, dan alat pencuci tangan.

"Memang disiapkan untuk 105 juta yang akan terlibat itu disiapkan masker, disiapkan sarung tangan sekali pakai, di setiap TPS disiapkan thermo gun, alat pencuci tangan, hand sanitizer, tinta pengenal, itu juga nanti sifatnya spray. Semua sudah diskenariokan untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat," ungkap Ahmad Doli Kurnia di Gedung DPR RI, pada Selasa (30/6/2020).

Ahmad Doli Kurnia mengungkapkan, tantangan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 di 270 daerah yaitu mensosialisasikan aturan-aturan tersebut ke penyelenggara pemilu hingga ke tingkat daerah.

Selain itu, penyaluran Alat Pelindung Diri (APD) juga harus dipastikan hingga ke daerah khususnya wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

"Problemnya tinggal mengoperasionalisasikan semua peraturan itu, men-deliver semua alat kebutuhan itu sampai ke tingkat yang paling bawah. Ketiga, kita disiplin atau tidak, itu yang saya katakan pada penyelenggaraan KPU dan Bawaslu, totalnya ada 3 juta. Kalau ini digaransi menekankan protokol kesehatan secara disiplin," kata Ahmad Doli Kurnia.

Komisi II DPR RI sebelumnya telah melakukan Rapat Kerja dengan Mendagri, Menkeu, KPU, Bawaslu, DKPP, dan pihak terkait lainnya untuk membahas kesiapan Pilkada Serentak tahun 2020 yang diputuskan diundur pada 9 Desember 2020 mendatang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00