Pilkada 2020 Kalteng Saat Pandemi, Sangat Rawan

Poster saat kampanye Pilkada (Ilustrasi/Ant/Septianda Perdana)

KBRN, Palangka Raya: Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah di masa pandemi dinilai menjadi sebuah kerawanan tersendiri yang harus diantisipasi dan dikelola dengan baik.

Pelaksanaan Pilkada perlu memperhatikan protokol kesehatan dan juga mencegah adanya kerumunan saat kampanye atau pemungutan suara.

Kepada RRI, Ketua Badan Pengawas Pemilu Kalimantan Tengah, Satriadi, menjelaskan pandemi Covid-19 menjadi sebuah kerawanan tersendiri mengingat memunculkan potensi gangguan dan ancaman terhadap kesuksesan gelaran Pilkada.

Wabah Covid-19 diperkirakan akan banyak menggerus antusiasme  dan partisipasi publik serta memunculkan rasa enggan dan takut pemilih untuk mendatangi bilik suara.

Dengan demikian, pelaksanaan Pilkada di masa pandemi harus diperhatikan dengan serius dan matang. Seperti halnya memperhatikan protocol kesehatan, mencegah masyarakat berkerumun dalam waku yang lama, mewajibkan pemeriksaan suhu tubuh.

Bahkan petugas Pemilu juga diwajibkan untuk menggunakan alat Pelindung diri untuk melancarkan gelaran Pilkada.

Selain itu, kemungkinan besar gelaran kampanye atau rapat akbar yang mengundang banyak orang juga nantinya akan digantikan dengan kampanye melalui media sosial.

“Ini semua dilakukan agar Pilkada berjalan dengan lancar dan kondusif demi kelancaran pembangunan sendiri,” jelasnya, Jumat (26/6/2020).

Lebih jauh Satriadi juga mengungkapkan, jajarannya sudah melakukan pemetaan dan analisa terhadap kemungkinan adanya sejumlah kerawanan lain.

Di antaranya kerawanan dalam hal politik, sosial budaya, politik uang, netralitas Aparatur Sipil Negara, dan hal lainnya.

Artinya, Provinsi Kalimantan Tengah masuk dalam salah satu wilayah yang memiliki sejumlah kerawanan yang harus dicermati dengan seksama sejak awal.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00