Pengajuan Penambahan Anggaran Rp8.3 Miliar Pilkada Bengkulu

KPU Provinsi Bengkulu.(Dok.Antara Foto)

KBRN, Bengkulu: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu mengusulkan anggaran dana tambahan untuk pembelian alat pelindung diri (APD). Tidak tanggung tangung. Mereka meminta penambahan anggaran senilai Rp8.3 miliar hanya untuk pembelian APD menuju pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

"Anggaran senilai Rp 8.3 miliar untuk pembelian APD bisa bersumber dari APBN,” kata Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Irwan Saputra, Selasa, (23/6/2020).

Irwan juga mengatakan tujuan dari pengajuan penambahan anggaran Pilkada Serentak 2020 itu. Menurut dia, itu lantaran pandemi Covid-19 masih terjadi di Indonesia dan belum diketahi masa selesai pandemi.

Pengajuan penambahan anggaran ini, kata dia, juga telah diajukan kepada KPU RI. Sedangkan sebelumnya, kata Irwan, KPU Bengkulu telah mengajukan penambahan anggaran melalui Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Anggaran dari ABPD Rp10 miliar melalui Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk KPU Bengkulu. Tidak mungkin lagi kami meminta tambahan dana di provinsi," klaim Irwan.

Pengajuan penambahan anggaran Pilkada Serentak 2020 langsung ke Pemerintah Pusat ini dikatannya supaya dapat diterima.

"Karena hal APD itu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, sekaligus menjalankan protokol kesehatan bagi penyelenggara Pilkada di daerah. Diharapkan usulan penambahan dana itu bisa disetujui," kata dia.

Selain itu, lanjut Irwan, dalam menjalani protokol pencegahan penyebaran Covid-19, KPU Bengkulu juga telah merancang penambahan jumlah tempat pemungutan suara (TPS).

"Penambahan TPS nantinya mencapai 304. Jumlah TPS sebelumnya 4.037 unit. Penambahan jumlah TPS bertambah, juga dengan petugas (ditrambah, red) penyelenggara Pilkada, dan itu semuanya perlu APD. Mudah mudahan saja diakomodir pemerintah pusat," terang dia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00