Verifikasi Faktual, KPU Sumbar Belum Punya APD

KBRN, Padang: Setelah sempat terhenti karena PSBB Covid-19, tahapan Pilkada dilanjutkan. Tahapan kali ini, petugas harus ke lapangan untuk melakukan verifikasi faktual terhadap syarat dukungan calon perseorangan dengan metode sensus.

Petugas menemui masyarakat satu persatu guna memastikan kebenaran dukungan yang diberikan pada paslon independen bersangkutan.

Pada Pilgub Sumatera Barat (Sumbar), tahapan ini dilaksanakan selama 14 hari, mulai  27 Juni sampai 10 Juli.

Namun hingga hari ini KPU Sumbar masih menemui kendala dalam melaksanakan tahap verifikasi faktual itu.

Sebab petugas di lapangan belum dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) dan kebutuhan lain guna menjalankan protokol kesehatan.

“Masing-masing tahapan yang akan kami lakukan ke lapangan harus mengikuti protokol kesehatan. Kebutuhannya 11 item APD yang harus digunakan petugas lapangan. Tapi setidaknya ada 5 APD mendasar yakni, masker, hand sanitizer, thermo gun, sarung tangan karet, dan face shield. APD itu yang sampai hari ini belum kami miliki,” ungkap Ketua KPU Sumatera Barat Amnasmen dalam sosialisasi PKPU Nomor 5 Tahun 2020 secara virtual, Senin (22/6/2020).

Menurut Amnasmen, paling tidak pada 26 Juni nanti, kebutuhan APD harus sampai di tangan petugas lapangan sehingga esok harinya bisa memulai melakukan verifikasi.

Untuk itu, KPU berkoordinasi dengan Pemprov Sumatera Barat, khususnya Gugus Tugas Penanganan Covid-19, meminta hibah APD untuk melaksanakan tahapan Pilkada.

“Sesuai ketentuan, kelengkapan APD disiapkan KPU masing-masing. Untuk Pilgub penyedianya KPU Sumbar, sedangkan Pilkada bupati/wali kota KPU masing-masing. Kesediaan anggaran untuk itu dikoordinasikan dengan pemerintah daerah melalui gugus tugas dalam bentuk hibah. Ini yang masih kita bahas,” tuturnya.

Amnasmen berharap, ketersediaan APD bisa segera dipenuhi agar  kegiatan petugas ke lapangan bisa terlaksana dengan aman.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00