Donal Fariz : Penting Pemerintah Harus Tahan Anggaran Pilkada 2020

KBRN, Jakarta : Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz mengatakan pernyataan Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian terkait menahan anggaran Pilkada 2020, tidak dialihkan untuk penanganan Darurat COVID-19 sekarang ini tepat.

Tito telah menyatakan hal tersebut dalam Rapat Kerja berama Komisi II DPR RI secara virtual, Selasa (14/4/2020).

Anggaran Pilkada 2020 sebesar Rp 9,9 triliun.

“Kalau kami, ICW menilai memang sebaiknya di-hold. Apalagi, ini perencanaan antara Komisi II DPR RI dengan stakeholder kepemiluan kemarin, termasuk juga Kementerian Dalam Negeri, kemungkinan besar Pilkada diundur sampai 9 Desember 2020, tahun yang sama,” kata Donal saat dihubungi RRI.co.id, Rabu (15/4/2020).

Bila pelaksanaan Pilkada dapat diselenggarakan di tahun yang sama, lanjut dia, justru penyelenggara pemilu tidak memiliki lagi anggaran bila dana tersebut dialihkan.

“Jadi, menurut saya, kami setuju supaya pos anggaran untuk tidak digeser ke COVID-19. Sepanjang anggaran daerah masih kuat, dan negara masih memiliki anggaran untuk penanganan COVID-19,” ungkap Donal.

Donal juga mengatakan hal yang sama bila pelaksanaan Pilkada 2020 terpaksa digelar tahun depan, 2021. Pemerintah, dalam hal ini Presiden Joko Widodo memang sudah menentapkan anggaran Rp405 triliun khusus penanganan Darurat COVID-19. 

Donal mengatakan anggaran Pilkada itu sudah pasti dirancang satu tahun sebelumnya dan juga meliputi rencana anggaran belanja pemerintah daerah (APBD).

Menurut data KPU RI, anggaran Pilkada 2020 adalah Rp9.936.093.923.393 (triliun) dari 270 daerah. Itu terdiri dari 9 provinsi diperoleh anggaran Rp1.378.971.076.550, 224 kabupaten diperoleh Rp7.439.855.692.668, dan 37 kota Rp1.117.267.154.175.

“Maka demikian, kondisinya kalau digeser ke 2021, pos anggaran hibah itu ditahan dulu di penyelenggara pemilu saja. Toh, belum juga Pemda punya slot anggaran yang sama untuk Pilkada. Karena, masing masing daerah sangat mungkin defisit anggaran saat ini,” tegas dia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00