Fokus Penanganan Corona, Pilkada Solo Dibatalkan?

KBRN, Surakarta: Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 semakin dekat. Pemilihan wali kota dan wakil wali kota (pilwalkot) Surakarta direncanakan 23 September 2020. Bagaimana nasibnya?

Partai politik mengabaikan sementara kontestasi lima tahunan tersebut. Semua fokus mengurangi penyebaran corona virus desease (covid 19).

"Kader nggak mikir pilkada sik. Mikire untuk antisipasi corona," ungkap Ketua DPC PDIP Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo di Balaikota Surakarta, Senin (23/3/2020),

Pria yang juga menginstruksikan kadernya untuk bergotongroyong menumpas corona di lingkungan masing-masing. Sudah sepekan ini PDIP membekali kader cairan disinfectant untuk disemprotkan di lingkungan masing-masing.

"Kemarin sudah evaluasi, penanganan preventif terus kita lakukan. Penyemprotan disinfektan di Fasum, sekolah masjid terus dilakukan dulu," tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan DKK Surakarta dr Siti Wahyuningsih menyebutkan sampai hari ini 2.795 orang dalam pengawasan (ODP) virus corona. 

"Jadi ada 2.795 ODP. Itu orang batuk pilek tapi tidak ada sesak nafas," ungkap dr. Siti Wahyuningsih.

Dinkes Solo akan menyelidiki lebih jauh tingginya angka tersebut.  Siti Wahyuningsih mengatakan, data itu dihimpun dari puluhan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di Solo. Mereka rata-rata mengalami batuk, pilek, dan demam tinggi. Meskipun tidak memiliki riwayat bepergian dari luar daerah.

"Kami minta mereka melakukan pembatasan diri karena di Solo sudah ada yang sakit,” kata Ning, sapaan akrab Siti Wahyuningsih.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00