KPU Babel Ajak Masyarakat Beltim Tingkatkan Partisipasi pada Pilkada 2020

KBRN, Pangkalpinang : Anggota Komisioner Divisi SDM dan Farmas KPU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fahrurrozi mengimbau, agar masyarakat di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), dapat berpartisipasi dalam menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Belitung Timur Pada  23 september 2020 mendatang.

"Pada Pilkada 2015 lalu, presentase partisipasi pemilih hanya sebesar 76 persen. Kemudian meningkat pada pemilu 2019 menjadi 83 persen. Mudah-mudahan pada Pilkada 2020 ini dapat meningkat atau paling tidak bertahan. Hal itu sebagai bentuk gambaran kuatnya legitimasi hasil pemilihan yang dilakukan oleh masyarakat," terangnya, Rabu (15/1/2020).

Fahrurrozi mengharapkan, agar proses pelaksanaan tahapan pilkada di kabupaten Beltim dapat berjalan lancar. Sesuai dengan prosedur, norma hukum dan etik, sehingga proses dan hasilnya menjadi berintegritas.

"Artinya proses berintegritas itu sesuai dengan norma hukum, sesuai dengan PKPU dan Etik. Dan hasilnya akan melahirkan pemimpin yang berintegritas juga," ujarnya.

Dia juga berpesan, kepada seluruh pihak terkait, khususnya media. Untuk dapat berperan dalam menyampaikan informasi tahapan pilkada 2020 kepada masyarakat luas. Karena menurutnya, media memiliki peran yang sangat penting dan strategis. Untuk menjadi agen perubahan, dalam memberikan edukasi terkait kepemiluan.

Lebih lanjut dirinya mengingatkan, agar masyarakat dapat mengenali calonnya. Dengan mencari tahu rekam jejak, program dan visi misinya. Supaya mereka tidak salah dalam menjatuhkan pilihan.

"Hal itu demi kebaikan masyarakat Belitung Timur. Bila mana siapapun yang terpilih berarti itulah suara yang terbanyak. Tugas kita semua untuk mengawal kemurnian suara itu," tambahnya.

KPU sudah berupaya Se- Transparan mungkin. mulai dari tahapan penentuan data pemilih, logistik; berupa jumlah kertas suara dan peralatan lainnya yang bisa diakses oleh semua masyarakat. Kemudian untuk C1, hasil penghitungannya akan dibawa pihaknya ke kabupaten/kota untuk dilakukan Scanning, dan dirilis ke publik, sehingga masyarakat  dapat mengontrolnya.

"Sedangkan kawan-kawan pers bisa melihat secara langsung denyut pelaksanaan tahapan tersebut dari dekat. Karena pers menjadi mata dan telinga masyarakat. Jadi kita semua harus bersinergi, harapan saya seperti itu," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00