Usut Tuntas Mafia Hukum Bantu Djoko Tjandra

Terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra (tengah) dibawa petugas Kepolisian saat penandatanganan berita acara penyerahterimaan kepada Kejaksaan Agung di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (31/7/2020). Bareskrim Polri resmi menyerahkan terpidana Djoko Soegiarto Tjandra yang buron selama sebelas tahun tersebut ke Kejaksaan Agung. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.) .jpg

KBRN, Jakarta: Ketua Kelompok (Kapoksi) Partai Nasdem di Komisi III DPR, Eva Yulianan, meminta Bareskrim Polri untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang diduga turut membantu pelarian buronan terpidana korupsi dalam kasus hak tagih(cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra.

Salah satu pihak yang harus diusut Bareskrim adalah, adanya dugaan oknum di Imigrasi yang membantu Djoko Tjandra untuk keluar masuk Indonesia.

"Harus ada pengusutan di imigrasi, kemungkinan adanya oknum yang membantu membuat paspor di imigrasi jakarta utara, juga kemungkinan adanya oknum yang membantu menghapus Djoko Tjandra dari daftar cekal, dan bisa jadi oknum yang membantu Djoko tjandra melalui jalur darat di perbatasan kalimantan barat dan serawak, Malaysia," tegas Eva dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/8/2020).

"Diduga, Djoko Tjandra bisa bebas keluar masuk Indonesia karena menggunakan jalur darat melalui Entikong,Kal-Bar. Saya kira kepolisian dan kemenkumham harus bekerja sama untuk mengusut apakah ada oknum imigrasi di PLBN (pos lintas batas negara) yang membantu DjokTjan keluar masuk melalui jalur tikus," tambahnya.

Dia menilai penangkapan Djoko barulah permulaan. Eva menegaskan dugaan jaringan mafia hukum di Kepolisian, Kejaksaan, Imigrasi, dan Pengadilan wajib diusut sehingga hal yang mencoreng wajah hukum Indonesia tidak terulang kembali.

“Di Komisi III, kami akan terus meminta mitra kami untuk mengusut tuntas keterlibatan oknum yang sudah membantu Djoko Tjandra dan meminta mereka untuk memperbaiki institusinya yang sudah tercoreng akibat kasus Djoko Tjandra ini. di Panja pengawasan hukum kami tidak akan berhenti sampai semua oknum yang membantu bisa diadili juga,” tutur Eva

Meski demikian, ia mengapresiasi kinerja Bareskrim Polri yang berhasil menangkap buronan kasus cessie Bank Bali, Djoko Tjandra melalui kerjasama Police to police dengan bantuan Polisi Diraja Malaysia. 

"saya mengapresiasi kerja cepat dan efektif Bareskrim Polri untuk menangkap buron Djoko Tjandra, dan berhasil dibawa pulang kembali untuk menjalani proses hukum yang telah dijatuhkan oleh MA 10 tahun yang lalu," ujar Eva.

Selain itu Apresiasi juga diberikan kepada Kapolri Jendral Idham Azis yang mampu menghukum oknum jendral yang membantu pelarian Djoko tjandra selama di Indonesia. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00