TPPU PT Danareksa Sekuritas, Dua Orang Diperiksa

Tersangka mantan Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas Marciano Hersondrie Herman (kanan) bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/6/2020).(Dok.ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.)

KBRN Jakarta: Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, melakukan pemeriksaan terhadap dua orang pengurus PT Aditya Tirta Renata (PT ATR) sebagai saksi.

Itu terkait perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) berasal dari tindak korupsi (Tipikor) dalam pemberian fasilitas pembiayaan dari PT Danareksa Sekuritas kepada PT Evio Sekuritas, dan PT Aditya Tirta Renata Tahun 2014-2015.

"Pihak pihak yang diperiksa sebagai saksi yaitu Meirina Dyah Pratita selaku Direktur Operasi PT ATR, dan Nancy Urania  Latif selaku Komisaris PT ATR," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono kepada wartawan, Selasa (14/7/2020).

Selaku pengurus perusahaan, lanjut Hari, para saksi diduga ada kaitannya dengan proses penyaluran dana atau keuangan dari PT Evio Sekuritas, maupun PT Aditya Tirta Renata yang didalamnya ada peran Tersangka TPPU. 

"Mereka dianggap perlu diminta keterangannya untuk digunakan sebagai alat bukti berupa keterangan saksi. (itu, red) guna pembuktian perbuatan tersangka perkara dugaan tindak pidana pencucian uang dalam pemberian fasiltas pembiayaan dari PT Danareksa kepada PT Evio Sekuritas maupun kepada PT Adirtya Tirta Renata," terang Hari.

Pemeriksaan para saksi dan Tersangka dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid 19

"Tim Penyidik memeriksa para saksi dengan memperhatikan jarak aman antara saksi atau ersangka dengan penyidik yang sudah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Dan bagi para Saksi dan Tersangka wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00