Oknum Polisi Aniaya Saksi Pembunuhan Diancam Sanksi

Ilustrasi penganiayaan oknum polisi. (Dok.Ist)

KBRN, Sumut: Kepolisian Daerah Sumatera Utara tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang saksi pembunuhan yang terjadi di sel tahanan Polsek Percut Sei Tuan.

"Saat ini sudah dalam proses penyelidikan Bid Propam Polda Sumut," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Kamis (9/7/2020).

Nainggolan juga mengatakan, bila ada oknum polisi terbukti bersalah, tentu akan diberikan sanksi. Namun, juga belum membeberkan bentuk ancaman sanksi itu.

"Pokoknya yang terlibat dalam proses perkara dalam menangani kasus itu, bila terbukti bersalah tentu akan diberikan sanksi," ujar Nainggolan.

Berita mencuat ke publik lantaran seorang buruh bangunan bernama Sarpan (57) mengaku telah menjadi korban penyiksaan saat berada di sel tahanan Polsek Percut Sei Tuan, Polrestabes Medan.

Akibat peristiwa itu, warga Jalan Sidomulyo, Pasar IX, Dusun XIII, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang ini menderita luka di sekujur tubuh dan wajahnya.

Selain mengalami luka-luka akibat penganiayaan yang disebut-sebut dilakukan oknum polisi di Polsek Percut Sei Tuan, Sarpan juga dipaksa untuk mengakui bila dia adalah pelaku pembunuhan terhadap Dodi Somanto (41).

Padahal, korban justru merupakan saksi dari pembunuhan tersebut. Tetapi, dirinya tetap saja diintimidasi oleh oknum polisi dengan harapan mengakui sebagai pelaku pembunuhan.

Sedangkan, untuk pelaku berinisial A (27) sudah diamankan pasca kejadian oleh petugas Polsek Percut Sei Tuan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00