Polisi Tangkap Kapal Pencuri Ikan di Perairan Aceh

Konferensi pers penangkapan dua kapal pencurian ikan di Mako Polairud Polda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Aceh mengamankan dua kapal pencuri ikan (ilegal fishing) di perairan Banda Aceh dan Aceh Jaya, Aceh. Selain menangkap kapal, polisi juga mengamankan nahkoda kapal. 

"Diduga kapal tersebut melakukan tindak pidana illegal fishing di perairan  Provinsi Aceh," kata Direktur Polairud Polda Aceh Kombes Pol. Soelistijono, S. I. K., M. H yang diwakili Kabagbinopsnal AKBP Ir.Sulisnawan, S.H, dalam konferensi pers yang di Mako Ditpolairud Polda Aceh, Kamis (9/7/2020). 

Dijelaskan Sulisnawan, dua kapal yang diduga melakukan tindak pidana illegal fishing masing-masing kapal KM RL GT 18. 

"Kapal tersebut dinahkodai B(40) warga Aceh Utara dan kapal KM SY 7 GT 23 yang dinahkodai M (59) warga Aceh Jaya," ujarnya. 

Menurut Sulisnawan, kapal KM RL GT 18 diamankan personel Ditpolairud pada 4 Juni 2020 di perairan Banda Aceh dan barang bukti yang diamankan berupa 1 unit kapal KM RL GT 18. 

"Barang bukti lain berupa tujuh set jaring pukat pursie seine, ikan campuran sebanyak setengah fiber, alat navigasi dan 1 bundel dokumen kapal," ungkapnya. 

Sementara kapal KM SY 7 GT 23 diamankan personel Ditpolairud pada 4 Juli 2020 di perairan Calang, Aceh Jaya dan barang bukti yang diamankan berupa 1 unit kapal  KM SY 7 GT 23, 1 unit sampan fiber, 1 bundel dokumen, 2 fiber berisi ikan jenis campuran, 1 unit fiber kosong,  1 set pukat cincin, 1 unit radio merk Icom, 1 unit GPS merk Garmin dan 1 unit kompas. 

"Barang bukti bersama pelakunya saat ini sudah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00