Soal Rohingya, Kota Lhokseumawe Selalu Membuka Pintu

KBRN, Lhokseumawe: Sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota Lhokseumawe (DPRK) saat ini telah menjaring masukan serta memperoleh informasi terkait Etnis Musli Rohingya terdampar dan ditampung di Kota Lhokseumawe, Aceh.

Informasi yang telah didapatkan sejumlah Anggota DPRK Lhokseumawe itu terutama menyangkut penyebab Etnis Muslim Rohingya pergi meninggalkan asal negara mereka, Myanmar, dan kemudian mengarungi lautan menuju sejumlah negara kawasan Asia Tenggara.

"Indonesia bukan negara ketiga tujuan mereka", kata  Anggota DPRK Lhokseumawe Dicky Saputra kepada RRI, Sabtu (04/07/2020).

DPRK, lanjut dia, juga mengapresiasi sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Lhokseumawe kala mampu menampung sementara para pengungsi Rohingya. Dicky mengatakan, persoalan ini bakal diserahkan kepada perwakilan Badan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) urusan pengungsian, yakni UNHCR.

"Saya dulu pernah menangani pengungsi Rohingya di tahun 2015 bersama KNSR yang dibentuk ACT Indonesia. Ini adalah yang ke dua kalinya Aceh menangani pengungsi tersebut," ujar Dicky.

Bahkan, pada tahun 2015 silam, Dicky menceritakan para pengungsi Rohingya disediakan shelter khusus di Gampong Blang Adoe. Pada saat itu, banyak pengungsi melarikan diri dari shelter.

"Dari sejak dahulu masalah Imigran Rohingya bukan makanan, tetapi penghidupan dan pekerjaan yang tidak mungkin kita penuhi di Indonesia," kata Dicky mengenai kesanggupan Indonesia membantu para pengungsi Rohingya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00