Hakim Jadi Komisaris, Komisi Yudisial Turun Tangan

Ketua Komisi Yudisial (KY) Jaja Ahmad Jayus (Eko Sulestyono)

KBRN, Jakarta: Komisi Yudisial (KY) memastikan bahwa pihaknya akan mengecek surat pengunduran diri seorang hakim di Pengadikan Negeri (PN) Jakarta Pusat, bernama Anwar..

Saat ini Anwar secara resmi telah diangkat sebagai salah satu Komisaris PT. Pertamina Patra Niaga. 

Ketua KY, Jaja Ahmad Jayus saat menggelar jumpa pers di Gedung KPK Jakarta mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya hanya ingin memastikan status Anwar apakah yang bersangkutan masih aktif berprofesi sebagai hakim atau memang sudah tidak aktif. 

“Nanti kita lihat surat pemberhentian yang bersangkutan (Anwar) sebagai hakim, apa memang benar telah mengundurkan diri dan sudah disetujui pemberhentiannya,” kata Jaja Ahmad Jayus kepada wartawan, Jumat (3/7/2020). 

“Namun kalau misalnya itu dia (Anwar) masih dalam posisi sebagai hakim, ya nanti akan kita panggil. Tapi kalau seandainya dia sudah bukan hakim lagi, berarti memang bukan lagi kewenangan Komisi Yudisial," jelasnya.

Jaja mengatakan sejauh ini informasi yang didapatnya memang Anwar secara resmi telah mengundurkan diri sebagai hakim ad hoc sejak 12 Juni 2020. Namun demikian Jaja mengaku tetap akan menelusuri hal itu lebih lanjut.

Sementara itu, Anwar, yang sebelumnya diketahui sebagai hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat itu kini telah menjabat sebagai komisaris di PT. Pertamina Patra Niaga.

Anwar diberitakan  sudah tidak menjabat lagi sebagai hakim terhitung sejak 12 Juni 2020.

Sedangkan Staf Humas PN Jakarta Pusat Bambang Nurcahyono kepada wartawan mengatakan bahwa berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) telah menetapkan Anwar sebagai komisaris.

Dengan begitu, Anwar secara resmi telah mengundurkan diri sebagai hakim. Akibatnya sejumlah kasus perkara yang sedang ditanganinya juga sudah dialihkan atau dilimpahkan kepada hakim lainnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00