Honggo Wendratno Masih Buron, Perampasan Bukti Dilakukan

Buronan terdakwa Honggo Wendratno kasus.(Dok.Ist)

KBRN Jakarta: Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Hari Setiyono mengatakan, Tim Jaksa dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat sudah siap melaksanakan Putusan Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 6/Pid.Sus-TPK/2020/PN.JKT.Pst tanggal 22 Juni 2020. 

Putusan itu terkait mengeksekusi putusan pengadilan atas nama terdakwa Honggo Wendratno kasus korupsi kondensat telah berkekuatan hukum tetap, in kracht. Jaksa akan segera melakukan eksekusi terhadap vonis tersebut dan menyita aset kilang minyak di Tuban, Jawa Timur dan uang senilai Rp 97 miliar.

"Secara hukum acara pidana putusan pengadilan tersebut sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap (in kcracht van gewijsde) sejak tanggal 29 Juni 2020 yang lalu. Sehingga, isi putusan pengadilan sudah dapat dilaksanakan atau dieksekusi, " kata Hari kepada wartawan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (3/7/2020).

Terdakwa Honggo, lanjut dia, terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan dihukum pidana penjara selama 16 (enambelas) tahun dan denda Rp1 miliar subsidair 6 bulan kurungan.

"Serta membayar uang pengganti USD 128 juta (pidana pengganti penjara 6 tahun), serta barang bukti berupa kilang Tuban LPG Indonesia (TLI) dirampas untuk negara cq Kementerian Keuangan RI, dan barang bukti berupa uang Rp97 miliar dirampas untuk negara," kata Hari.

Bahkan, kata dia, sebelum melakukan eksekusi, JPU Kejaksaan telah mengumumkan putusan pengadilan.

"Atas putusan pengadilan tersebut, Jaksa Penuntut Umum telah mengumumkan putusan atas nama Terdakwa Honggo Wendratno di papan pengumuman pengadilan, kantor pemerintah dan media lainnya. Namun, sampai batas waktu yang diberikan Undang-Undang, terdakwa Honggo Wendratno, maupun kuasanya tidak menyatakan atau mengajukan upaya hukum banding," ujar dia.

Tapi, eksekusi hingga sekarang belum dapat dilakukan lantaran terdakwa masih buron.

"Kendati eksekusi badan atas Terpidana Honggo Wendratno belum dapat dilaksanakan karena yang bersangkutan tidak hadir baik secara sukarela maupun karena ditangkap, maka eksekusi putusan pengadilan tersebut dapat dilakukan terhadap sebagian isi putusan pengadilan," kata dia.

Meski masih Honggo masih buro, Hari menyatakan rencana Eksekusi putusan Honggo telah dilaporkan kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin.

“Sebelum melaksanakan sebagian isi putusan pengadilan Tipikor tersebut, Tim Jaksa dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat sudah melaporkan kepada Jaksa Agung RI. (Itu, red) melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana khusus Bapak Ali Murkatono, dan akan segera dilaksanakan oleh Tim Jaksa," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00