Dugaan Korupsi Pembangunan Jalan Bengkalis Harus Diusut

Istimewa.jpg

KBRN, Jakarta: Massa dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Untuk Keadilan Riau (AMUK Riau) menggeruduk kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka meminta agar KPK mengusut tuntas kasus dugaan korupsi proyek multi year, pembangunan jalan pada tahun 2013-2015 dan tahun 2017-2019 di Kabupaten Bengkalis, Riau.

Koordinator Lapangan AMUK Riau, Jos meminta komisi anti rasuah untuk segera memeriksa semua pejabat yang diduga terlibat ataupun menerima 'uang haram'. Sekalipun misalnya dia adalah pejabat sekelas Ketua DPRD. Terlebih fakta persidangan di Pengadilan Tipikor Riau yang dengan terdakwa Hobby Siregar dan M Nasir (Kadis PU Bengkalis) menunjukkan tentang adanya dugaan aliran dana yang mengalir kepada sejumlah anggota DPRD Bengkalis Periode 2009 - 2014. 

"Dalam fakta persidangan di Pengadilan Tipikor Riau disebutkan bahwa ada aliran dana yang mengalir ke sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Periode 2009-2014," katanya saat menggelar aksi damai di depan kantor KPK, Kamis (2/7/2020).

Kedatangan mereka adalah terkait dugaan keterlibatan oknum di DPRD yang menerima suap APBD atau "ketok palu" Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2012 untuk Proyek Multiyear 2013 - 2015.

Tuntutan AMUK RIAU dalam aksi ini adalah;

1. Meminta kepada KPK untuk menetapkan Tersangka kepada Indra Gunawan atau Eet yang diduga menerima uang Proyek Multiyear 2013 - 2015 dan 2017 - 2019 Kabupaten Bengkalis dan segera meminta KPK untuk melakukan penahanan.

2. Meminta kepada KPK untuk menetapkan Tersangka kepada Indra Gunawan yang diduga menerima uang suap APBD/ "ketok palu" Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2012 untuk Proyek Multiyear Tahun 2013 - 2015. 

3. Mengusut tuntas dugaan aliran dana proyek Multiyear Bengkalis untuk menjadikan Indra Gunawan sebagai Ketua DPRD Provinsi Riau 2019 - 2024.

Perlu diketahui, pada Kamis (19/3/2020) lalu, mantan anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014 Indra Gunawan yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPRD Riau memenuhi panggilan penyidik komisi anti rasuah sebagai saksi terkait dugaan penerimaan suap Bupati Bengkalis non aktif, Amril Mukiminin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00