Ulama Aceh Menyambangi Pengungsian Rohingya

KBRN, Lhokseumawe: Gelombang bantuan kemanusiaan terus mengalir kepada pengungsi Etnis Muslim Rohingya di Lokasi Penampungan Bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe, di Kecamatan Blang Mangat, Aceh.

Para santri Pondok Pesantren dari Dayah Arongan, Simpang Mamplam Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen juga turut andil membantu para pengungsi dengan menyumbangkan sejumlah kebutuhan para pengungsi langsung ke pengungsian. Bahkan, mereka datang bersama Abon Arongan-salah satu ulama kharismatik Aceh.

"Ini adalah bentuk simpati kita kepada (etnis Muslim, red) Rohingya. Saudara sesama muslim yang sedang tertimpa musibah. Kami berharap, ada solusi jangka panjang dari Pemerintah (indonesia, red)untuk masalah etnis Rohingya," kata Teungku Mukhsalmina yang tidak lain adalah Putra Abon Arongan di pengungsian, Aceh, Selasa (30/6/2020).

Abon Arongan juga tidak segan menjumpai para pengungsi, dan melakukan foto bersama. Beliau seraya berpesan supaya para pengungsi bersabar dengan cobaan ini.

Seperti informasi yang diperoleh RRI dari Tim Satgas Pengungsi Rohingya, Selasa (30/06/2020), bantuan teruntuk para pengungsi sekarang ini tidak hanya dartang dari lembaga swadaya masyarakat lokala atau internasional. 

Tapi, saat ini bantuan juga mengalir dari kalangan Ulama Aceh,  Anggota Fraksi Partai Aceh di DPRK, dan Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI).

Baca juga: Usman Hamid: Indonesia Harus Menerima Pengungsi Rohingya

Menurut data Tim Satgas Pengungsi Rohingya, bantuan sudah masuk hingga saat ini masih berupa bahan makanan sembako, pakaian jadi, dan kebutuhan bayi-seperti popok, dan susu.

Bahkan pada Senin, (29/6/2020) kemarin, bantuan sembako berupa beras, telur ayam, air mineral dan lain-lain berdatangan ke lokasi penampungan pengungsi dengan kendaraan pick up dan mini bus.

Baca juga: Begini Proses Penarikan Perahu Pengungsi Rohingya

Seperti diberitakan RRI.co.id sebelumnya, para pengungsi diduga dari Rakhine State, Myanmar ini telah diselamatkan oleh Tim Gabungan, pada Rabu (24/6/2020), usai teromabng ambing di laut akibat mengalami kerusakan perahu.

Pelarian Warga Negara Myanmar beretnis Muslim Rohingya ini masih seperti kasus sebelumnya, yaitu, menghindari kebrutalan militer Myanmar karena membumi hanguskan permukiman mereka dengan tindakan melanggar hak asasi manusia. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00