Proses Pengembalian Aset Kasus RTH Bandung

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (tengah) saat jumpa pers di Gedung KPK Jakatta (Eko Sulestyono)

KBRN, Jakarta: Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengatakan telah menerima pengembalian berupa uang dan aset terkait kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan proyek Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tahun 2012.

"KPK telah menerima pengembalian uang dan aset kurang-lebih sejumlah Rp 7 miliar," kata Lili saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/6/2020).

KPK terus mengejar aliran dana terkait kasus tersebut yang diduga dinikmati oleh berbagai pihak.

Baca juga: DSG Tersangak Kasus RTH Bandung Ditahan

“KPK mengingatkan juga pada pihak pihak yang pernah menikmati aliran dana agar koperatif dan mengembalikan uang kepada KPK," ucap Lili.

KPK telah melakukan penahan tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan ruang terbuka hijau (RTH) di Pemkot Bandung pada 2012, Dadang Suganda. Dadang ditahan di Rutan KPK cabang Kavling 4 (K4), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Dadang Suganda disangkakan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). 

Sebelumnya, Dadang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka, pada (16/10/2019) karena diduga menjadi makelar tanah untuk pengadaan RTH Kota Bandung. 

Dadang belakangan diketahui menjadi makelar tanah dalam kasus ini bersama dengan mantan Anggota Dewan Perwakikan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung Kadar Slamet. 

Dadang diduga telah memanfaatkan kedekatan hubungannya dengan Edi Siswadi, yang saat itu merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung.

Edi kemudian memerintahkan Kepala Dinas Pengelolaan dan Keuangan Daerah Pemkot Bandung saat itu, Herry Nurhayat membantu Dadang dalam pengadaan tanah untuk RTH itu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00