Pengungsi Rohingya Gunakan Bahasa Isyarat Sebagai Komunikasi

KBRN, Lhokseumawe: Annoubi Muhammad Naubi, salah seorang pengungsi etnis Rohingya, ketika ditemui RRI, Senin (29/06/2020) siang, sedang sibuk memasak nasi ditemani beberapa pria etnis Rohingya lainnya di lokasi dapur umum penampungan sementara bekas gedung kantor Imigrasi Lhokseumawe di Kecamatan Blang Mangat.

Dia adalah satu dari sejumlah pengungsi yang bisa berbicara bahasa Melayu. Tapi hanya mengerti beberapa kalimat dan tidak lancar. 

Selebihnya para pengungsi kebanyakan berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat dengan pihak LSM dan Relawan kemanusiaan yang ada di lokasi penampungan tersebut.

"Cakap English tak boleh, Cakap Melayu boleh lah", tuturnya kepada RRI, dengan logat Melayu yang maksudnya tidak bisa berbahasa Inggris dan hanya mampu berbahasa Melayu sedikit.

Orang Asye (Aceh-red) baik-baik, sudah boleh tolong kami. Terima Kasih, ucap Annoubi lagi. 

Pantauan RRI di lokasi, penerapan protokoler kesehatan yang menjadi peraturan yang harus dijalankan masih kurang ketat diberlakukan di lokasi penampungan.

Tapi memang menurut Ketua Satgas Penanganan Pengungsi Rohingya, Ridwan Jalil, pihaknya telah membagikan masker kepada 100 orang pengungsi dilokasi tersebut.

"Nanti kita akan berlakukan lebih ketat lagi bagi siapa saja yang hendak masuk ke lokasi penampungan," tegas Ridwan Jalil yang juga Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Lhokseumawe ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00