Firli Tumpangi Helikopter, Abraham Samad Singgung Gratifikasi

Abraham Samad (Doc Istimewa).jpeg

KBRN, Jakarta: Mantan Ketua KPK periode 2011-2015, Abraham Samad menanggapi dugaan gaya hidup mewah pimpinan lembaga anti rasuah saat ini, Firli Bahuri.

Sebab, Firli diketahui oleh khalayak telah menumpangi helikopter saat perjalanan ke Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, pada Sabtu (20/6/2020) pekan lalu.

“Jika ini benar, tidak hanya pelanggaran kode etik berat, conflict of intrest, tapi juga memenuhi unsur gratifikasi. ABAM,” kata Abraham Samad melalui akun Twitter pribadi bernama @AbrSamad, Sabtu (27/6/2020).

Cuitan Abraham Samad ini ditautkan pula sebuah berita koran salah satu media nasional, berjudul "Ongkos Premium Helikopter Firli".

Bahkan, kegiatan terbang Firli menumpangi helikopter mewah itu telah membuat marah warganet dengan membahas posisi dia sebagai pimpinan KPK. Mantan Kapolda Sumatera Selatan ini diperbincangkan lantaran helikopter berwarna hitam dengan kode PK-JTO yang ditumpanginya.

Indonesia Corruption Watch (ICW), bahkan juga turut menyoroti dugaan gratifikasi dan pelanggaran kode etik perjalanan Firli Bahuri dengan helikopter tersebut. ICW meminta Dewas KPK untuk tidak lagi ragu memanggil Firli, dan melakukan pemeriksaan mendalam dugaan pelanggaran tersebut.

“Siapa pihak yang memberikan fasilitas helikopter kepada Komjen Firli Bahuri selaku ketua KPK? Apa motif dari pihak tersebut memberikan fasilitas itu? Apakah pihak yang memberikan fasilitas sedang berperkara di KPK?,” kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana.

Namun, hal berbeda disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Alexander mengklaim bahwa helikopter ditumpangi Firli itu dibayar dengan uang pribadinya.

“Kabarnya naik helikopter, dan itu memang bayar,” kata Alexander. 

Menyikapi permasalahan helikopter, Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Alvin Lie Ling Piao juga menyoroti dan menyatakan harga sewa helikopter jenis itu berkisar U$D2.500 per jam. Menurut Alvin Lie, hampir semua biaya sewa helikopter harganya premium.

“Hanya orang orang kaya yang punya duit yang bisa sewa helikopter. Itu alat transportasi yang mewah,” kata Alvin Lie.

Sementara, satu laporan telah dilakukan oleh Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman. Boy telah melaporkan Firli Bahuri ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK, pada Rabu (24/6/2020) lalu.

MAKI menilai Firli telah melanggar kode etik lantaran menunjukkan gaya hidup  mewah saat melakukan kunjungan pribadi menggunakan helikopter yang diduga difasilitasi oleh seorang pengusaha di Sumatera Selatan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00