Novel Kembali Pertanyakan Tuntutan Ringan Penyerangnya

KBRN, Jakarta: Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mempertanyakan penegakan hukum menyusul tuntutan ringan kepada penyerangnya seperti dalam tuntutan jaksa penutut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Utara beberapa hari lalu.

"Pak Presiden @jokowi, proses penegakan hukum hingga tuntutan 1 tahun thd penyerang saya, apakah seperti itu penegakan hukum yg bapak bangun atau ini ada rekayasa/masalah dibalik proses itu? Sebaiknya bapak merespon agar ini jelas,"tulis Novel di akun Twitternya, Sabtu (13/6/2020).

Sebelumnya, pada 11 April 2017, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam penyerangan dengan air keras terhadap Novel Baswedan. "Itu tindakan brutal yang saya kutuk keras dan saya perintahkan Kapolri untuk mencari siapa, jangan sampai orang-orang mempunyai prinsip teguh seperti itu dilukai dengan cara-cara yang tidak beradab,"kata Jokowi ketika itu.

Sementara itu, tanda pagar #GakSengaja menjadi trending topic warganet di Twitter. Tanda pagar itu lantaran Jaksa Penuntut Umum menuntut penyerang Novel Baswedan dengan tuntutan 1 tahun karena faktor ketidaksengajaan. 

(foto: Twitter)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00