Pengamalan Nilai Pancasila Versi Firli Bahuri

Ketua KPK Firli Bahuri (Foto: RRI)

KBRN, Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan, bahwa jika pengimplementasian Pancasila diamalkan dengan baik maka korupsi tidak akan terjadi.

"Karena sesungguhnya kalau seluruh elemen masyarakat, penyelenggara negara, para birokrat mengamalkan dan mengimplementasikan nilai Pancasila, tentu korupsi tidak akan terjadi," tegasnya ketika berdialog khusus bersama Pro 3 RRI, Selasa (2/6/2020).

Menurut Firli, ada beberapa hal yang harus dimaknai terkait hari lahirnya Pancasila. Khusus untuk KPK, lahirnya Pancasila bisa dimaknai dengan bagaimana KPK memberantas korupsi.

Ia mengambil contoh dari sila pertama yang berbunyi "Ketuhanan yang Maha Esa". Dari kalimat tersebut seharusnya sebagian orang sadar dan takut dengan kehadiran Tuhan.

"Kita yakin adanya Tuhan untuk itu, karena kita yakin ada Tuhan yang selalu bersama-sama, selalu ada di kita, ya maka korupsi tidak akan bisa kita lakukan karena kita takut dengan Tuhan," tuturnya.

Firli menggakui bahwa dirinya bukan hanya sekedar melawan, tapi ia menganggap korupsi itu merupakan wujud pengkhianatan terhadap Pancasila. 

Kita, kata Firli, mengetahui jika seseorang melakukan korupsi berarti ada hak masyarakat dan hak asasi manusia yang dilanggar.

"Maka sila kedua juga akan terwujud yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab," imbuhnya.

"Kalau kita lakukan korupsi, sama saja kita mengambil hak dari orang lain, rakyat, padahal kita diberikan tugas untuk bagaimana kita bisa mewujudkan Indonesia yang cerdas, sejahtera, maju dan kita punya kewajiban melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00