Kasus KONI, Puluhan Pejabat dan Staf Diperiksa

KBRN Jakarta: Tim Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, kembali memeriksa puluhan orang dalam penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) bantuan dana pemerintah kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), tahun Anggaran 2017.

"Hari ini Tim Jaksa Penyidik memeriksa 48 orang berasal dari KONI, merupakan pejabat dan staf diduga menerima honor kegiatan pengawasan dan pendampingan, honor rapat serta pengantian transport, kegiatan pengawasan dan pendampingan yang dilaksanakan KONI, dan bersumber dari bantuan dana KONI Pusat 2017,” kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) kejaksaan Hari Setiyono, di Gedung Kejaksaan Agung, Kamis (28/5/2020).

Hari menyatakan, diduga para saksi mengetahui terjadinya penyelewengan dana hibah KONI. Para saksi hari ini, lanjutnya, menambahkan jumlah saksi yang diperiksa sebelum pada perkara ini sebanyak 56 orang saksi dari KONI, ditambah dengan yang telah diperiksa sebagai saksi sebanyak 51 orang, dan 2 (dua) orang ahli, disertai menyita 253 dokumen dan surat.

“Pemeriksaan 56 orang saksi kemarin dan 48 orang saksi hari ini dari jumlah target sebanyak 715 orang yang akan diperiksa sebagai saksi, terkait hasil telaahan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, sebagaimana tertuang dalam surat tanggal 08 Mei 2020, meminta dilakukan pemeriksaan tambahan guna menggali penyimpangan yang terjadi dalam pemberian bantuan dana KONI Pusat Tahun 2017 tersebut,” ujar Hari.

Menurutnya, pemeriksaan hari ini merupakan upaya pengumpulan bukti-bukti dalam proses penyidikan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait Bantuan Dana Pemerintah kepada KONI dan Kemenpora RI Tahun Anggaran 2017.

“Tim Penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti terhadap dugaan kasus tindak pidana korupsi dana hibah KONI di kemenpora dan sedang dilakukan proses penghitungan kerugian keuangan negara oleh BPK RI,” ucapnya.

Lebih lanjut, Hari memastikan, pemeriksaan para saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19.

“Pemeriksaan dilaksanakan dengan memerhatikan jarak aman antara saksi dengan Penyidik yang sudah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta bagi para saksi wajib mengenakan masker, selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan,” tuntasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00