Terlibat Narkoba, Mahasiswi Makasar Terancam Hukuman Mati

KBRN, Jakarta: Mahasiswi semester 3 di salah satu perguruan tinggi di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, berinisial ES (22) terancam hukuman mati, setelah beberapa kali terlibat jual beli narkoba bahkan hiingga lintas negara internasional. 

"Salah satunya penyelundupan 20 kilogram sabu dari Tawau, Malaysia, perbuatan terdakwa sudah berulang dan barang buktinya pun besar yang pernah ada di Nunukan,” kata Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Nunukan, Andi Zaenal, saat dihubungi wartawan, Senin (25/5/2020).

Andi menyatakan, pasal yang dikenakan, yakni 114 Ayat 2 dan Pasal 112 Ayat 2 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman mati.

Dikatakan, ES telah 4 kali menjemput barang haram tersebut dalam jumlah signifikan di Tawau, Malaysia, melalui jalur Nunukan.

Pertama, ES berhasil meloloskan sabu berat seberat 500 gram dengan upah kurir Rp15 juta. Kedua, sabu berat 1 kilogram dengan upah Rp 20 juta. Ketiga, sabu berat 7 kilogram dengan upah Rp30 juta. Keempat atau yang terakhir, 20 kilogram dengan upah Rp90 juta dan berhasil ditangkap polisi.

“Barang itu dia ambil dari orang yang bernama Asri di Tawau, Malaysia. Orang sudah kami jadikan DPO,” ujar Andi.

Diketahui, perempuan ini menjadi kurir lintas negara sudah sejak 2018 hingga 2019. Cara aksinya, kata Andi, selalu merekrut orang untuk menemani dari Sulawesi ke Tawau, Malaysia.

Transaksi terakhir pada September 2019, ES mengajak seorang teman perempuan dan menjanjikan akan mencarikan kerja di Tawau, Malaysia.

“Ternyata sampai di sana (Tawau) pekerjaan itu tidak ada. Setelah dia ambil sabu di Tawau, dia pulang dan ditangkap di Nunukan,” kata Andi.

Saat itu, ES ditangkap ketika membawa sabu dari Nunukan menuju Pelabuhan Parepare, Sulawesi Selatan.

Polisi menggeledah barang bawaan ES, didapati 20 bungkus sabu dibungkus plastik masing-masing berukuran 1 kilogram dengan berat 20 kilogram.

“Rabu , 27 Mei 2020, sidang pledoi atau pembelaan dari kuasa hukum terdakwa atas tuntutan mati,” pungkas Andi.

(foto: Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00