Kesaksian Mantan ABK Indonesia di Kapal Taiwan

Pelarungan ABK Indonesia oleh kapal ikan berbendera Tiongkok (Dok. Istimewa/SS MBC)

KBRN, Jakarta : Salah seorang mantan ABK, Irman Abdullah mengungkapkan banyak pengalaman pahit yang dialami ketika ia bekerja di kapal Taiwan.

Ia banyak mendapatkan kekerasan saat berada di atas kapal tersebut. Apalagi pekerjaannya itu tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh pihak sponsor (perusahaan).

"Diduga saya ini menjadi korban tindak pidana perdagangan orang, itu ada unsur proses dan cara tujuan," kata Irman dalam diskusi online yang digelar LBH Jakarta, Minggu (10/5/2020). 

Irman mengaku pernah terkena sabetan rantai oleh mandornya di atas kapal yang merupakan warga negara China. Hal itu setelah dirinya melerai perkelahian antara temannya dengan mandor yang warga negara China. 

BACA JUGA: Kasus ABK, DPR Melihat Dugaan 'Modern Slavery'

"Dalam peristiwa itu tangan saya terluka dan saya laporkan kasus ini ke ibu saya, selanjutnya ibu saya melaporkan peristiwa itu ke Serikat Buruh  Migran Indonesia dan ditindaklanjuti," ungkapnya. 

Sayangnya, lanjut Irman, kasus yang dialaminya itu tertunda di pihak kepolisian. Padahal, ia melapor kejadian yang dialaminya itu pada Maret 2018. 

"Sampai sekarang kasus saya belum mendapat LP (laporan polisi-red)," ujarnya.

Tidak hanya itu saja, banyak kasus lain yang dialami ABK di luar negeri seperti jam kerja yang panjang, logistik makanan yang tidak baik dan konsumsi air yang tidak layak serta mandi pakai air laut. Apalagi ketika sakit tidak mendapat layanan kesehatan yang layak. 

Selanjutnya : Serikat Buruh Indonesia

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00