Kembali Berulah, Nyawa Eks Napi Asimilasi Melayang

Foto Ilustrasi : istimewa

KBRN, Jakarta : Dua eks narapidana yang dibebaskan dengan program asimilasi dan integrasi dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) kembali berulah dengan merampok beberapa mini market di Jawa Timur. Nyawa mereka pun terpaksa melayang saat ditindak tegas aparat.

Dibebaskan setelah menjalani hukuman di penjara ternyata tak sepenuhnya membuat penjahat jadi insaf. Di luar lembaga pemasyarakatan, beberapa eks narapidana ini kembali ke dunianya, melakukan aksi pidana. 

Teranyar, dilakukan Zainul Arifin alias Pitik (36), dan M Imron Rosidi alias Baron (40), keduanya warga Pasuruan. Nyawa keduanya bahkan harus melayang setelah menerima tindak tegas terukur polisi. 

Pitik dan Baron, nama samaran merampok kendaraan roda empat di sebuah mini market di Tulungagung, kemarin malam.

"Dibebaskan melalui asimilasi kemarin dua-duanya. Tanggal 6 dan 7 April 2020 kemarin. Sebelumnya mereka ditahan LP Lowokwaru, Malang," kata Kasubdit III Jatanras Polda Jatim Kompol Oki Rahardian saat di kamar mayat RSU dr Soetomo, Selasa (5/5/2020).

Napi asimilasi yang kembali berulah ini bukanlah kejadian yang pertama, dimana pada tengah April lalu, tepatnya Minggu (12/4/2020), Agustian yang baru empat hari menghirup udara bebas ditangkap karena kepergok warga mencuri sepeda motor. Pria 24 tahun tersebut kini harus kembali merasakan dinginnya dinding tahanan akibat ulahnya.

Diketahui, Kemenkumham membebaskan napi dengan kebijakan asimilasi dan pembebasan bersyarat sesuai dengan aturan Permenkum HAM Nomor 10 Tahun 2020 dan Keputusan Menkum HAM nomor 19.PK.01.04 Tahun 2020. Kebijakan asimilasi dan integrase ini untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Lembaga Pemasyarakatan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00