Penyidikan Batal, Said Didu Atur Strategi Baru

KBRN, Jakarta : Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu batal menghadiri panggilan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Indonesia, (Bareskrim Polri) sebagai saksi, terkait laporan dugaan pencemaran nama baik pada Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut B Panjaitan.

Said hanya mengutus kuasa hukumnya Letnan Kolonel CPM (Purnawirawan) Helvis, menemui penyidik Bareskrim melancarkan strategi baru yakni meminta jadwal ulang pemeriksaan. 

"Nanti dicari waktu," kata Helvis dalam keterangannya, Senin (4/5/2020), di Jakarta.

Helvis menyatakan, Said tidak dapat hadir karena pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dipastikan, penyidik Bareskrim telah bersedia menjadwalkan ulang pemeriksaan. 

"Kapan pemeriksaan berikutnya apakah setelah selesai PSBB atau bagaimana," ujarnya. 

Sebelumnya, Bareskrim memanggil Said Didu yang tertuang dalam Surat Panggilan Nomor S.Pgl/64/IV/RES.1.1.14/2020/Dittipidsiber, 28 April 2020 lalu.

Said dipanggil untuk kepentingan penyidikan atas laporan pencemaran nama baik dilayangkan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Laporan atas nama Arief Pratamijaya, yang merupakan kuasa hukum dari Luhut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian Indonesia Brigadir Jenderal Polisi Argo Yuwono membenarkan, ada surat panggilan kepada Said Didu. Surat tersebut, lanjut Argo, ditandatangani Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Kepolisian Indonesia, Komisaris Besar Polisi Golkar Pangarso, tertanggal 28 April 2020.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00