Teriaki Bima Arya, Pria Tolak Aturan PSBB!

KBRN, Jakarta : Akibat kesalahpahaman antara pengemudi mobil dan petugas check point Simpang Empang, Kota Bogor, terjadi ketegangan.

Kejadian berawal pada Minggu (3/5/2020), sekitar pukul 07.25 WIB, tepat di depan Alfamart Empang, Kota Bogor, Nissan bernomor polisi F 1378 AB dihentikan petugas check point.

Lima menit sebelumnya, sekitar pukul 07.20 WIB, mobil tersebut melintas dari arah Simpang Pancasan ke arah Empang yang berisi 2 penumpang (suami-istri), dimana keduanya duduk di posisi kursi depan mobil. 

Untuk diketahui, dari pasangan tersebut, kebetulan sang suami yang berada di kursi kemudi.

Mobil dihentikan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dan diberikan imbauan agar penumpang yang duduk di samping pengemudi untuk pindah ke kursi belakang kendaraan. 

Pada saat diberikan imbauan, pengemudi mobil tidak terima. Alasannya adalah, bahwa ketika naik mobil suami harus menghormati istrinya dengan cara istri harus duduk di samping suami.

Bahkan si pengemudi berinisial EW, warga Tamansari Kabupaten Bogor tersebut menolak isterinya pindah ke belakang.

Bahkan seperti di dalam video amatir, ia sempat berteriak-teriak menyebut nama Wali Kota Bogor Bima Arya sambil menunjuk kamera.

"Saya gak terima. Sampaikan salam saya ke Bima Arya (Wali Kota Bogor)," teriak EW si pengemudi.

Kemudian sempat terlontar perkataan lebih takut aturan Allah daripada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang adalah aturan manusia.

"Silakan foto. Saya Endang Wijaya, sampaikan ke pemerintah daerah Bogor, Bima Arya! Saya menghormati aturan tapi saya lebih menghormati aturan Allah. Saya tidak mau memindahkan isteri saya ke belakang rumah...ke belakang ini (kursi tengah mobil). Penjara saya, silakan," teriak si pengemudi makin bersemangat.

Melihat keributan yang dipicu oleh si pengemudi, petugas banyak berkumpul. Dan saat dikerumuni, si pengemudi semakin bersemangat meneriaki petugas, yang sebenarnya hanya menegakkan aturan PSBB.

Ketika ditanya apakah ia berpuasa atau tidak, maksudnya kalau berpuasa bisa bersabar dalam segala hal, si pengemudi semakin menjadi berteriak-teriak. 

"Marah demi kebaikan tidak batal (puasa)!" sambung si pengemudi masih berteriak.

Melihat keadaan itu, serta tidak mau terjadi kerumunan massa, sekaligus menghindari konflik di bulan Ramadhan, petugas akhirnya mempersilakan pasangan suami isteri tersebut melanjutkan perjalanan.

"Kami sampaikan kepada anggota kami di lapangan agar tetap humanis, rendah hati, sabar dan menjaga emosi dalam melaksanakan tugasnya membantu petugas Kepolisian berikut Dishub dalam penyekatan PSBB di wilayahnya," demikian laporan kejadian seperti yang diterima RRI.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00