Mantan Kalapas Sukamiskin Deddy Handoko Masuk Bui

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan dua orang tersangka baru dalam kasus suap di Lapas Sukamiskin. Deputi Penindakan, Karyoto memimpin langsung konfrensi pers penahanan dua orang tersangka di gedung merah putih, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik KPK, hari ini KPK, melakukan penahanan terhadap 2 (dua) orang tersangka, DHA (Deddy Handoko) Kepala Lembaga Pemasyarakatan suka miskin Sejak 2016 dan RAZ (Rahadian Azhar) Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi," kata Karyoto di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (30/04/2020).

Karyoto mengatakan bahwa KPK akan melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka ini  selama 20 hari kedepan untuk memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

"Penahanan Rutan dilakukan kepada 2 orang tersangka tersebut selama 20 (dua puluh) hari pertama terhitung sejak tanggal 30 April 2020 sampai dengan 19 Mei 2020 dan di Rutan Cabang KPK Kavling C1," kata Karyoto.

KPK menjerat Deddy Handoko dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sedangkan, Rahadian Azhar disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebelumnya, Kasus suap di Lapas Sukamiskin ini terungkap dari penangkapan terhadap mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein. Wahid sudah divonis bersalah dengan hukuman 8 tahun penjara dalam perkara ini.

Dalam pengembangan perkara, KPK menemukan adanya suap lain yang diterima Wahid Husein. KPK pun menetapkan lima tersangka baru terkait pengembangan kasus dugaan suap jual-beli fasilitas di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Pengembangan perkara dilakukan setelah KPK menemukan adanya keterlibatan pihak-pihak lain.

"Lima tersangka itu yakni, Wahid Husen dan Deddy Handoko yang merupakan mantan Kalapas Sukamiskin. Terpidana Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi Rahadian Azhar, dan Fuad Amin," ungkap Karyoto.

KPK, dikatakannya juga sempat menghentikan proses penyidikan terhadap Fuad Amin karena telah meninggal dunia.

KPK menduga Wahid Husein menerima mobil Toyota Land Cruiser Hardtop Tahun 1981 dari salah seorang napi. Selain itu, Wahid juga diduga menerima Mitsubishi Pajero Sport dari Rahadian dan Rp 75 juta dari Wawan.

"Deddy diduga menerima Toyota Kijang Innova Putih Reborn G Luxury dari Wawan," terang Karyoto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00