258 Napi di Lapas Nusakambangan dan Cilacap Dibebaskan

KBRN, Cilacap : Sebanyak 258 orang warga binaan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) di Nusakambangan dan Cilacap dibebaskan sejak awal Bulan April, sebagai antisipasi penularan Covid-19. Meskipun bebas mereka tetap wajib lapor dan tidak boleh berkeliaran.

"Mereka yang dikeluarkan ini, masih memiliki kewajiban lapor. Bagi yang menjalani asimilasi lapor ke Balai Permasyarakatan (Bapas) di wilayah masing-masing, sedangkan yang bebas bersyarat ke Kejaksaan Negeri di wilayahnya masing-masing," kata Koordinator Lapas Se-Nusakambangan dan Cilacap Erwedi Supriyatno, Selasa (7/4/2020).

Mereka juga harus meninggalkan nomor telepon kepada petugas. Sebagai antisipasi, jika rumah mereka jauh dari Bapas atau Kejaksaan, maka laporan dilakukan melalui telepon atau video call.

"Mereka tetap wajib lapor, jika jauh bisa telepon maupun video call dari rumah masing-masing, ini juga untuk memastikan mereka tetap berada di rumah. Karena jika mereka berkeliaran akan ditarik kembali (ke Nusakambangan), karena asimilasi dilakukan kan agar mereka di rumah untuk mencegah penularan Covid-19," ujarnya.

Para warga binaan yang dikeluarkan ini sudah memenuhi syarat sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 10 Tahun 2020 dalam rangka physical distancing mencegah penularan Covid-19 di Lapas, serta Keputusan Menteri Nomor 19 tahun 2020.

Bagi yang menjalani asimilasi di rumah, karena telah melewati setengah masa pidana, dan yang sampai Bulan Desember telah menjalani dua per tiga masa hukuman, maka bebas bersyarat.

"Mereka yang di keluarkan merupakan napi pidana umum, bukan terorisme bukan bandar narkoba dan korupsi. Ada beberapa napi narkoba yang dikeluarkan, tetapi bukan bandar," katanya.

Erwedi mengatakan, sejak tanggal 1 April sampai 7 April sudah ada sebangak 258 orang narapidana yang telah dikeluarkan untuk asimilasi di rumah, integrasi melalui bebas bersyarat, cuti menjelang bebas maupun cuti bersyarat.

Secara rinci narapidana yang dikeluarkan dari Lapas Cilacap sebanyak 73 orang dikeluarkan, Lapas Terbuka sebanyak 86 orang, Lapas Besi 21 orang, Lapas Narkotika 22 orang, Lapas Kembang Kuning 39 orang, Lapas Permisan 15 orang dan Lapas Pasir Putih 2 orang.

Sedangkan untuk Lapas Batu dan Lapas Karanganyar yang merupakan Lapas high risk, tidak ada penghuni yang dikeluarkan.

Seorang napi yang dikeluarkan pada Senin (6/4/2020) Usman asal Tegal mengaku sangat bersyukur bisa menghirup udara bebas lebih cepat. Karena seharusnya masih ada beberapa bulan kedepan baru bisa mengajukan bebas bersyarat.

"Alhamdulillah sangat senang bisa berkumpul keluarga, saya dihukum 6 tahun, tapi karena ada ini, jadi 4 tahun sudah keluar," katanya dengan suara bergetar.

Pria yang mengenakan pakaian batik ini sudah dijemput oleh rombongan keluarga, yang sudah menunggu di Pos Dermaga Wijayapura Cilacap. Napi pidana umum ini akan kembali ke Jakarta di rumah anak-anaknya. Setelah kembali dia akan berada di dalam rumah, sesuai instruksi dari pemerintah. (RT)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00