Ketua KPU Ditanya Soal Uang Pemberian Harun Masiku Oleh Penyidik KPK

KBRN, Jakarta : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil Ketua KPU Arief Budiman sebagai saksi kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). 

Dalam keterangannya, Arief Budiman menjelaskan bahwa dirinya ditanya sebanyak 20 pertanyaan oleh penyidik KPK, dan juga mengenai relasi dengan mantan Komisioner KPU yang juga sudah menjadi tersangka yaitu Wahyu Setiawan.

"Ada dua puluh dua pertanyaan yang diajukan kepada saya, pertama terkait profil, jabatan, tugas, kewenangan dan kewajiban saya, kemudian kedua, relasi saya dengan pak Wahyu, terus cara kerja saya dengan pak Wahyu dan para anggota KPU, kemudian ketiga, terkait cara kami merespon atau menjawab surat-surat dari PDI Perjuangan terkait perkara ini," ungkap Arief saat meninggalkan gedung KPK, Selasa (28/01/2020).

Arief juga menjelaskan bahwa penyidik KPK mengajukan pertanyaan ke dirinya, apakah Arief Budiman menerima uang yang di berikan tersangka Harun Masiku kepada Wahyu Setiawan.

"Nggak, cuma saya ditanya pak Arif terima (uang dari Harun Masiku) juga nggak? saya bilang nggak," ungkap Arief.

Sementara itu penyidik KPK hari ini menjadwalkan juga pemanggilan terhadap Komisioner KPU Viryan Aziz, dan empat saksi lainnya untuk tersangka Saeful, yakni Kabiro Teknis KPU Nur Syarifah, Kabag Umum KPU Yayu Yuliani, Kasubag Pemungutan, Perhitungan Suara, dan Penetapan Hasil Pemilu KPU Andi Bagus Makawaru, dan Bagial Legal VIP Money Changer Carolina.

Sebelumnya, penyidik KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Keempat tersangka tersebut masing-masing Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina, Saeful dan Harun Masiku.

Hingga saat ini, penyidik KPK juga masih terus mencari dimana keberadaan tersangka Harun Masiku bersembunyi. Lembaga antirasuah tersebut berulangkali meminta agar Harun bersikap kooperatif dan segera menyerahkan diri kepada KPK.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00