Bapak Mertua dan Menantu Kembali Mangkir dari Panggilan Pemeriksaan KPK Sebagai Tersangka

KBRN, Jakarta : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya telah berulangkali memanggil tersangka Nurhadi, mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA). Namun hingga saat ini yang bersangkutan kembali  “mangkir “ alias tidak menghiraukan panggilan pemeriksaan yang KPK.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta mengatakan, hingga saat ini penyidik belum mengetahui apa sebenarnya alasan Nurhadi tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK.

Nurhadi sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) penerimaan suap dan gratifikasi sebesat Rp 46 miliar. Kasus itu diduga merupakan “dagang perkara” terkait pengurusan perkara perdata di MA.

Selain Nurhadi, dalam kasus ini penyidik KPK juga masih menunggu kehadiran tersangka lainnya bernama Rezky Herbiyono. Yang bersangkutan (Rezky) diketahui merupakan menantu Nurhadi. Jadi ceritanya bapak mertua (Nurhadi) dan menantunya (Rezky) sama-sama tidak datang alias absen dari panggilan KPk.

"Yang bersangkutan, (NHD) Nurhadi dan Rezky Herbiyono (RHE) hari ini kembali tidak hadir tanpa keterangan," kata Plt Jubir KPK ali Fikri di kepada wartawan, Senin (27/1/2020).

Ali Fikri menjelaskan, dalam pemeriksaan kali ini, penyidik KPK sebenarnya juga memanggil seorang tersangka lainnya bernama Hiendra Soenjoto (HS). Yang bersangkutan diketahui merupakan Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal.

Menurut Ali, Hiendra telah mengirimkankam surat pemberitahuan terkait ketidakhadirannya dalam pemeriksaan hari ini. Hiendra beralasan dirinya belum menunjuk pengacara atau kuasa hukumnya. Menurut Ali, Hiendra telah meminta penjadwalan ulang pemeriksaan.

Ali mengingatkan penyidik KPK sebenarnya bisa melakukan upaya pemanggilan paksa jika yang bersangkutan terus mangkir alias tidak kooperatif. Menurutnaya karena hal itu telah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Sementara itu, penyidik KPK sebelumnya telah menetapkan Nurhadi sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi. 

Nurhadi diduga menerima suap berkaitan dengan pengurusan perkara perdata di MA.

Dalam perkembangannya, penyidik KPK juga menetapkan dua orang tersangka lainnya, masing-masing Rezky Herbiyono, dan Hiendra Soenjoto. Meski ketiganya telah bersatus sebagai tersangka, namun hingga saat ini mereka belum ditahan penyidik KPK.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00