KPK Panggil Ahmadi Hasan, Saksi Dugaan Suap Distribusi Pupuk

KBRN, Jakarta : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini dijadwalkan memanggil saksi dalam kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) suap distribusi pupuk. Saksi yang dipanggil adalah Ahmadi Hasan Direktur Utama (Dirut) PT Pupuk Logistik Indonesia.

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta menjelaskan, pemanggilan Ahmadi Hasan terkait kadus dugaan suap mantan anggota DPR Bowo Sidik Pangarso (BSP). Ahmadi dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Taufik Agustono.

"Yang bersangkutan (Ahmadi) dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait tersangka Taufik Agustono,” kata Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Sementara itu, tersangka Taufik Agustono sebelumnya diketahui  merupakan Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). KPK menetapkan Taufik Agustono sebegai tersangka itu merupakan hasil pengembangan kasus perkara yang melibatkan sejunlah tersangka.

Awalnya penyidik KPK menetapkan 3 orang sebagai tersangka, masing-masing Bowo Sidik Pangarso, Marketing Manager PT HTK Asty Winasti dan asisten atau orang kepercayaan Bowo Sidik yang bernama Indung. Mereka diduga terkait kasus dugaan suap distribusi pupuk dengan menggunakan kapal.

KPK meyakini tersangka Taufik diduga sebelumjya telah melakukan pertemuan dengan Asty Winasty dan Bowo Sidik untuk membahas agar kapal milik PT HTK dapat digunakan untuk mengangkut lagi distribusi pupuk oleh PT Pupuk Indonesia. 

KPK menduga, Bowo meminta sejumlah “commitment fee” kepada Taufik Agustono. Taufik kemudian menyanggupi permintaan Bowo, namun Taufik meminta syarat untuk membahasnya lebih dulu dengan  internal manajemen PT HTK.

Selanjutnya mereka melakukan perjanjian dan menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding  (MoU) antara PT. HTK dan PT Pupuk Indonesia Logistik untuk penggunaan kapal milik PT. HTK.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00