Syarkawi Rauf Dipanggil KPK, Saksi Tersangka Kadek Kertha Laksana Terkait Dugaan Suap Distribusi Gula

KBRN, Jakarta : Penyidik Komisi Pembeantasan Korupsi (KPK) hari ini dijadwalkan memanggil sekaligus memeriksa saksi bernama Syarkawi Rauf. Yang bersangkutan diketahui merupakan Komisaris Utama (Komut( PT. Perkebunan Nusantara (PTPN)  VI.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta menjelaskan pemanggilan Syarkawi dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam kadus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) suap kasus dugaan suap distribusi gula. 

Menurut Febri, yang bersangkutan dipanggil dalam kapasitasnya sebagai untuk tersangka I Kadek Kertha Laksana mantan Direktur Pemasaran PTPN III (Persero). 

"Yang bersangkutan (Syarkawi Rauf) diperiksa dalam kapasitasnya sebagai  saksi untuk tersangka IKL (I Kadek Kertha Laksana)," kata Febri Diansyah di Jakarta, Senin (2/12/2019)

Sementara itu Syarkawi Rauf sebelumnya diketahui pernah menjabat Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

“KPK juga memanggil saksi lainnya yaitu Ketua APTRI (Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia) X H Mubin dan Ketua APTRI XI Sunarto Edi Sukamto menjadi saksi untuk Laksana” kata Febri kepada wartawan. 

Sementara itu nama Syarkawi Rauf sebelumnya disebut-sebut atau muncul dalam sidang pembacaan dakwaan terhadap terdakwa Direktur Utama PT Fajar Mulia Transindo Pieko Njotosetiadi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menyebut tersangka Pieko memberikan uang suap sebesatr 190.300 Dolar Singapura (SGD) kepada Syarkawi Rauf. Pemberian uang suap itu diduga terkait dengan jabatannya sebagai Komisaris Utama PTPN VI.

Sementara itu sebelumnya penyidik KPK telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap ini. Ketiga tersangka tersebut masing-masing adalah I Kadek Kertha Laksana, Dirut PTPN III nonaktif Dolly Pulungan diduga sebegai pihak penerima suap.

Sedangkan Pieko Nyotosetiadi pemilik PT. Fakar Mulia Transindo ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap atau penyuap. 

KPK meyakini  tersangia Dolly Pulungan diduga menerima sejumlah uang suap dari Pieko sebesar 345 ribu SGD. Pemberian suap itu diduga terkait pendistribusian gula. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00