SKK Migas Bertekad Capai Target 703 Ribu BOPD dan 5,800 MMSCFD

KBRN,Pekanbaru : Satuan kerja khusus usaha hulu minyak dan gas bumi dalam jangka pendek menghadapi target lifting 2022 dan jangka panjang 1 juta bopd (barel minyak per hari) dan 12 bscfd (miliar kaki kubik per hari) pada tahun 2030 melalui kontraktor kontrak kerja sama (kkks) produksi dan eksplorasi.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam kegiatan virtual,Jumat ( 08/10/21) menjelaskan, pihakya selalu berdiskusi dengan pimpinan kkks agar memperoleh komitmen bersama untuk mencapai target tahun 2022 yaitu 703 ribu bopd dan 5,800 mmscfd yang ditetapkan dalam rencana anggaran pendapatan dan belanja negara (rapbn) 2022 serta menyelaraskannya dengan visi jangka panjang industri hulu migas tahun 2030.

“Saat 2nd ceo forum 2021, para pimpinan kkks menyampaikan masukkan atau dukungan yang diperlukan untuk merealisasi kegiatan-kegiatan di tahun 2022, baik untuk mencapai target jangka pendek maupun jangka panjang,”papar Dwi Soetjipto.

Bahkan sebagian besar kkks mengapresiasi transformasi skk migas dalam hal mempercepat proses bisnis, namun selain percepatan proses, masih adanya kendala lain yang dihadapi kkks di lapangan, terutama masalah pertanahan dan perizinan.

Menurut Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, target teknis kkks masih di bawah target lifting yang telah ditetapkan pemerintah, maka kegiatan tahun 2022 juga akan ditambah kegiatan baru untuk mendukung upaya “filling the gap” sesuai target lifting 2022.

Sementara Sekretaris Jenderal Kementerian Eenergi dan Sumber Daya Mineral (esdm) Ego Syahrial mendorong adanya ajang komunikasi yang efektif antara SKK Migas yang bertugas mengawal program pemerintah dengan kkks.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar