19 Pelanggar Protokol Kesehatan PSBM Diberi Sanksi Sosial

19 Pelanggar Terjaring Razia PSBM di Tampan, Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru: Sebanyak 19 orang pelanggar protokol kesehatan terjaring oleh petugas gabungan di tengah pengetatan pada hari pertama pelaksanaan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) di wilayah Tampan, Pekanbaru, Rabu (16/9/2020) malam. 

Sedangkan untuk teguran lisan sebanyak 127 pelanggar. Mereka diberikan sanksi sosial yang mengacu pada Perwako Nomor 160 tahun 2020.

"Dalam kegiatan ini kami memiliki empat pola. Pertama melakukan pengawasan di pos perbatasan. Tim terpadu melakukan pengawasan bagi pengguna jalan keluar masuk Kecamatan Tampan dilakukan pengecekan patuhi protokol kesehatan," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Kamis (17/9/2020). 

Adapun pos siaga didirikan di lokasi perbatasan masuk wilayah Tampan diantaranya di Pasar Pagi Arengka, Tugu Songket dan kawasan Kubang. 

"Pola kedua kita melakukan penyekatan mulai dari pukul 21.00-05.00 WIB. Selama waktu itu kendaraan dilarang melintas di kawasan Tampan kecuali kendaraan pengangkut sembako dan tenaga medis, diluar itu kita akan meminta kembali pulang ke rumah," ujarnya. 

Penyekatan jalan dilakukan di empat lokasi yakni Jalan HR Subrantas, Jalan SM Amin, depan Kampus UIN Suska Riau dan fly over Pasar Pagi Arengka. 

"Kemudian ada 9 kelurahan di Tampan sehingga memiliki pengawasan sendiri dan melakukan penindakan bagi masyarakat yang tidak patuhi protokol kesehatan," ungkapnya. 

Terakhir, kata Kapolresta, petugas melakukan hunting system yang akan berkeliling melakukan patroli di pemukiman warga untuk mendisiplinkan warga menjalankan protokol kesehatan. 

"Sampai saat ini masih banyak ditemui masyarakat yang belum memenuhi protokol kesehatan. Jika tidak patuh akan diberikan sanksi mengacu pada Perwako," pungkasnya. 

Pelaksanaan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) berjalan selama 14 hari mendatang

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00