Polisi Amankan Pria di Pekanbaru Kepemilikan Senjata Api

Polsek Limapuluh Amankan Pria Kepemilikan Senjata Api

KBRN, Pekanbaru: Kepolisian Sektor Limapuluh mengamankan seorang pria berinisial AR (31) atas sangkaan kepemilikan senjata api rakitan tanpa izin. 

Kapolsek Limapuluh Kompol Sanny Handityo mengatakan petugas mendapatkan informasi adanya warga Jalan Hangtuah Pekanbaru yang memiliki senjata api. Kemudian melakukan pengecekan dan penggeledahan. 

"Sebenarnya pelaku sudah lama kami intai dan selidiki. Waktu itu berkumpul dengan temannya di sebuah warung. Pastikan kondisi aman pelaku tidak membawa senjata apinya lalu kami lakukan penangkapan dan penggeledahan di rumahnya," ungkap Kompol Sanny didampingi Kanit Reskrim AKP Zulfikriyanto, Selasa (28/7/2020).

Dari penggeledahan dikediaman pelaku, petugas menemukan tas yang berisikan 1 pucuk senjata api rakitan jenis revolver beserta delapan amunisi aktif kaliber 39 mm dan 38 mm. Satu pucuk senjata api jenis Sordmit Osthem/ Rhoen kaliber 8 mm MOD 5A serta satu pucuk senjata api jenis Colt's 5,5 mm, satu amunisi 5,5 mm serta satu selongsong peluru 5,5 mm. 

Kemudian pelaku dan barang bukti diamankan ke Mapolsek Limapuluh untuk dimintai keterangannya. Diketahui mantan karyawan perusahaan ini banting stir menjadi penerima perbaikan senjata api ini. 

"Ada orang yang menawarkan perbaikan senjata, dia terima. Pelaku kemudian belajar dari internet sehingga memiliki keahlian dan memperbaiki senjata tersebut," sambungnya. 

Hanya butuh waktu dua minggu, pria ini mampu memperbaiki senjata api rakitan yang diketahui merupakan pemilik seseorang yang tengah tersandung kasus kriminalitas. 

"Senjata ini belum pernah digunakan dia bukan pengguna hanya memperbaiki saja. Pemilik senpi yakni R sudah ditangkap atas kasus narkoba di Polres Dumai. Dia menitipkan senjata ini untuk diperbaiki karena ada kerusakan. Namun pelaku menyimpan senjata api tersebut karena si pemilik tidak kunjung datang," tandasnya. 

Apapun alasan pelaku, dirinya dijerat UU Darurat RI No 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api. 

"Saat ini pelaku masih kita proses," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00