Beroperasi Dua Tahun, Sebuah Kilang Penampungan Minyak Bumi Ilegal di Dumai Terbongkar Polisi

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi Tinjau Kilang Minyak Bumi Ilegal di Dumai, Minggu (19/7/2020).

KBRN, Pekanbaru: Direktorat Reskrimsus Polda Riau membongkar kegiatan pengolahan minyak bumi ilegal di Kelurahan Bukit Kayu Kapur, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai. 

Dari penangkapan ini polisi menemukan 5 tungku penampungan dan 5 tersangka yang mana salah seorang tersangka berinisial AM merupakan karyawan PT. Arthindo Utama merupakan vendor / kontraktor PT. Chevron Pacific Indonesia yang bertugas membersihkan dan memperbaiki sumur minyak milik PT. CPI.  

"Menemukan indikasi pengelolaan minyak mentah secara ilegal setelah adanya penangkapan beberapa kali ilegal taping yang dijual ke Sumut dan Sumbar. Dari sana kita menemukan adanya pengolahan ilegal di Riau," kata Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi dalam keterangan persnya di Dumai, Minggu (19/7/2020). 

Kegiatan pengolahan minyak mentah ini dilakukan para tersangka dengan cara, memasak minyak mentah di dalam tungku pembakaran. Dari hasil pembakaran minyak mentah, akan menghasilkan uap yang keluar dan mengalir melalui pipa-pipa yang telah terpasang pada tungku pembakaran. 

"Uap yang keluar tersebut nantinya akan mengalami proses pendinginan di kolam air, dan akhir dari proses pembakaran tersebut akan menghasilkan bahan bakar minyak diduga jenis solar," lanjut Kapolda. 

Jenderal bintang dua ini menduga penampungan pengolahan minyak mentah ilegal ini sudah beroperasi selama 2 tahun. Namun polisi masih terus melakukan pengembangan dan memburu seorang tersangka lainnya yang masih buron berinisial DA yang berperan sebagai pengelola dan pengawas kegiatan.

"Mengolah minyak mentah memakan 30 jam hingga menghasilkan 3 ton solar. Dalam sebulan penampungan ini menampung sekitar 50 ton minyak mentah," ungkap Kapolda. 

Nantinya solar yang dihasilkan dijual kembali dan biasanya transaksi jual beli langsung di penampungan ini. 

Kini kelima tersangka sudah diamankan Polda Riau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tersangka dijerat Pasal 53 huruf a, c, Jo Pasal 54 Undang undang RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00