Polda Riau Tetapkan 18 Tersangka Penimbun Solar Subsidi

Penyidik bongkar penimbunan solar subsidi dengan cara modifikasi tangki mobil

KBRN, Pekanbaru: Polda Riau menetapkan 18 tersangka dugaan tindak pidana penyalahgunaan BBM bersubsidi, bio solar. Saat ini para tersangka dalam penyidikan pihak kepolisian.

"Selama tahun 2022, Ditreskrimsus Polda Riau sudah menangkap 16 tersangka dari 12 kejadian. Sementara itu, Polres Rohul dan Rohil juga menindak masing-masing 1 tersangka," Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Selasa, (16/8/2022).

Sunarto mengatakan bahwa kasus terbaru Ditreskrimsus Polda Riau menangkap seorang warga Provinsi Aceh berusia 27 dengan inisial AZ selaku pembeli minyak.

"Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia sehari-hari bermukim di Jalan Pasir Putih, Kelurahan Pandau, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau," ungkapnya.

Sunarto menerangkan bahwa tersangka ditangkap pada Senin, 15 Agustus 2022, malam di Jalan SM. Amin, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru.

Adapun modus operandi pelaku mengangkut solar ke mobil Pajero miliknya dengan tangki yang sudah dimodifikasi.

“Pajero nomor polisi BK 1836 QF yang didalamnya dilengkapi dengan tangki modifikasi yang terbuat dari besi dengan kapasitas muatan 500 liter. Namun yang telah berisikan bio solar sebanyak 100 liter,” ungkap Sunarto, Selasa (16/8/2022).

Atas temuan tersebut, pelaku digelandang ke Mapolda Riau. Saat ini penyidik masih mendalami penimbunan bbm jenis solar ini.

“Pelaku dijerat Pasal 55 Undang-undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dengan Pasal 40 Angka 9 Undang-undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar