Operasi Patuh Berakhir, Laka Lantas Turun 48 Persen

Personel Satlantas Polresta Pekanbaru memeriksa surat berkendara

KBRN, Pekanbaru: Pelaksanaan kegiatan Operasi Patuh Lancang Kuning 2022 telah berakhir pada Minggu (26/6/2022) kemarin. Selama 14 hari pelaksanaan operasi patuh, angka kasus kecelakaan lalu lintas di Provinsi Riau mengalami penurunan 48 persen dibandingkan tahun lalu.

Kabag Ops Ditlantas Polda Riau Kompol Ruri Prastowo mengatakan pada tahun 2021 terjadi 25 kasus lakalantas. Sementara pada tahun 2022 menjadi 14 kasus, sehingga terjadi penurunan sebanyak 12 kasus atau 48%.

“Angka fatalitas korban lakalantas untuk tahun ini juga menurun, yaitu 9 jiwa 60%, dari 15 jiwa tahun 2021, tahun 2022 menjadi 6 jiwa. Luka berat turun 2 orang, dari 8 orang tahun 2021, menjadi 6 orang tahun 2022. Luka ringan dari 13 orang tahun 2021, tahun 2022 menjadi 19 orang,” ujar Ruri, ketika dikonfirmasi, Senin (27/6/2022).

Sedangkan penindakan tilang, tercatat mengalami kenaikan menjadi 4765 kasus. Tahun 2021 sebanyak 2317, menjadi 7055 di tahun 2022. Teguran naik 4.177 kasus dari 6.587 kasus tahun 2021, menjadi 10.764 tahun 2022.

Sedangkan untuk penindakan dan pelanggaran, mencapai 7.085 kasus. 5.700 kendaraan roda 2, dan 1.385 roda 4.

“Pelanggaran terbanyak pengguna sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI sebanyak 3.726 kasus, dan tidak menggunakan sabuk pengaman 778 kasus,” beber Firman.

Kendati Ops Patuh LK 2022 sudah berakhir, Firman mengimbau masyarakat agar tetap disiplin berlalu lintas.

“Dengan berakhirnya operasi ini, bukan berarti masyarakat bisa melanggar aturan. Justru masyarakat harus semakin disiplin mentaati aturan berlalu-lintas yang ada. Hal itu untuk keselamatan diri sendiri dan juga pengguna jalan lainnya,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar