Selundupkan PMI ke Malaysia, Empat Pelaku Diamankan Polisi

Konferensi pers penangkapan empat pelaku penyelundupan PMI ke Malaysia

KBRN, Pekanbaru: Polres Bengkalis menetapkan empat tersangka dalam kasus insiden speed boat tenggelam yang menewaskan empat pekerja migran ilegal meninggal dunia di Perairan Ketapang, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis. 

Kapolres Bengkalis AKBP Indra Wijatmiko mengatakan keempat pelaku melakukan tindak pidana perdagangan orang untuk diselundupkan ke negara Malaysia. 

"Pelaku MZ seorang ABK speed pancung mengaku bersama 2 orang rekannya membawa penumpang lebih kurang 18  Pekerja Migran Illegal berangkat dari daerah Pangkalan Buah hendak menuju ke Malaysia," ujar Kapolres, Selasa (25/1/2022). 

Adapun keempat pelaku yang diamankan yakni C (30), RK (30), KB (43) dan ZA yang merupakan warga Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis. Selain itu polisi juga memburu tiga orang lainnya sebagai tekong kapal yang masih DPO. 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat pelaku dijerat pasal 2 ayat 1 UU Nomor 21 tahun 2007 tentang TPPO Jo Pasal 12 ayat 1 UU Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan ancaman 15 tahun penjara. 

Seperti diketahui, Speed boat dengan 2 unit mesin 60 PK dan 40 PK yang membawa 18 orang Pekerja Migran Illegal yang tetdiri dari 14 orang laki-laki dan 4 perempuan yang dibawa oleh AMIN (Tekong) dpo, BOKIR (tekong) dpo, M.ZAFITRA (ABK), berangkat dari pelabuhan Pangkalan Buah dengan tujuan negara Malaysia pada 14 Januari 2022 lalu. 

Namun sekira 1 jam perjalanan, tepatnya sekira 100 meter setelah tiang Pal Selat Morong, mesin Speedboat mengalami kerusakan dan mati. Sementara angin kencang dan ombak tinggi membuat air laut masuk kedalam speed boat dan akhirnya speed boat tenggelam.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar