Jual Solar Bersubsidi, Tiga Pelaku Diamankan

Truk sedang isi solar bersubsidi di SPBU diduga dijual ke industri.

KBRN, Pekanbaru: Kepolisian dari Direktorat Reskrimsus Polda Riau menangkap satu unit truk derek bermuatan 450 liter solar di Jalan Lintas Timur Duri-Dumai Km 11 Kelurahan Balai Makam, Bathin Solapan, Bengkalis, Riau.

Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Ferry Irawan mengatakan truk bernomor polisi BK 9325 CM berkapasitas tangki 450 liter ini melakukan pengisian di SPBU secara berulang ulang atau melangsir.

"Berawal dari temuan tim dilapangan adanya antrian panjang di SPBU tersebut dan mencurigai sebuah mobil derek melakukan pengisian cukup lama dan menyebabkan antrian panjang sehingga meresahkan masyarakat," ujar Ferry, Minggu (17/10/2021).

Setelah diikuti perjalanan mobil derek tersebut usai mengisi BBM dari SPBU hingga diketahui tujuannya adalah ke Poll/ Work Shop transportir mobil tangki CPO yang diduga milik PT. IP.

Tak lama kemudian mobil derek tersebut keluar poll/work Shop dan kembali menuju SPBU yang sama untuk melakukan pengisian BBM jenis bio solar, hingga kemudian disergap saat melakukan pengisian BBM kembali.

Kemudian dilakukan mengembangkan ke tempat poll/work Shop transportir mobil tangki CPO yang diduga tempat penimbunan BBM hasil Kegiatan langsir tersebut.

“Ternyata benar. Disana ditemukan jeregen-jeregen yang sudah dalam keadaan kosong, diduga telah disalin ke tangki BBM mobil tangki CPO yang ada di tempat tersebut,” lanjut Ferry.

Dari penangkapan ini, tiga orang turut diamankan yakni supir truk berinisial JN (52) dan dua petugas SPBU berinisial KS (26) dan AFJ (22). Kemudian menyita barang bukti satu unit truk, kupon pengisian BBM solar dan catatan transaksi penjualan solar.

"Saat ini proses penyidikan sedang berjalan, dan penyidik menjadwalkan meminta keterangan saksi ahli dari pihak BPH Migas,” jelasnya.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat pasal 55 Undang-undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dengan Pasal 40 Angka 9 Undang-undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 milyar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00