KPU Riau Bahas Kelanjutan Pilkada Serentak 2020

KPU.jpg

KBRN, Pekanbaru : Terhitung sejak hari Selasa tanggal 2 Juni 2020, jajaran komisioner KPU Provinsi Riau memutuskan untuk kembali ke kantor secara bersama-sama. Salah satu agenda yang dibahas adalah kelanjutan Pilkada Serentak 2020.

Hal itu dikatakan oleh Divisi Parmas dan Sosialisasi KPU Provinsi Riau, Nugroho Noto Susanto, Kamis (4/6/2020).

"Alhamdulillah semua komisioner dan sekretaris KPU Riau hadir di kantor KPU Riau. Kami tetap menerapkan protokol Covid 19.Persis sebelah kiri pintu masuk kantor, terdapat sabun cair dan kran air untuk cuci tangan. Sebelum masuk kantor hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan mencuci tangan," jelasnya.

Dikatakan, sebelum menapaki tangga menuju lantai 2, semua harus periksa suhu tubuhnya

"Jika suhu tubuh 36'C maka artinya suhu tubuh memenuhi protokol kesehatan maka diperkenakan masuk kantor KPU. Berbeda dengan jika suhu tubuh diatas 38'C, maka akan disarankan untuk cek kesehatan atau setidaknya diminta kembali ke rumah untuk istirahat," lanjutnya.

Sebelum masuk ruangan, di depan pintu terdapat meja staf dan bangku tunggu tamu, harus menggunakan "hand sanitizer" beralkohol. dan tidak meninggalkan Masker yang sudah dipakai yang merupakan bahagian dari kenormalan baru yang dijalani di tengah pandemi.

Dalam pertemuann itu, ketua KPU RI, Arif Budiman memimpin diskusi tentang rancangan PKPU di tengah pandemi Covid-19 sekaligus menyempatkan diri untuk memberi pencerahan kepada seluruh anggota dan sekretaris KPU se-Riau.

"Ini juga praktik "New normal". Di satu tempat, bisa menghadiri banyak pertemuan hanya dengan mengaktifkan akun Daring. Umumnya saat ini kita harus punya akun "Zoom Meeting" dan "Google Meeting."

 Soal pertemuan Daring (online), saya rasakan juga bagian dari kenormalan baru. Sebelumnya, Acap kali kita harus bertemu fisik untuk mengikuti rapat atau seminar publik. Seminar nasional dengan narasumber keren, sering diselenggarakan di Pulau Jawa.

Saat ini, hanya dengan mengaktifkan akun Daring, mengklik alamat Daring pertemuan, atau kode rapat dan sandinya, kita sudah terhubung di seminar nasional atau rapat yang melintasi jarak, wilayah, dan waktu. Bahkan pertemuan it melintasi benua-benua," katanya.

"Dalam satu hari, kita bisa ikuti beberapa pertemuan Daring. Bayangkan dalam situasi normal lama, itu sesuatu yang sulit. Saya saja mengenal Zoom, Google meet, setelah Covid 19 menghempas kita semua," lanjutnya.

Arif Budiman saat memberikan tausiyah dan arahan terkait persiapan pilkada lanjutan 2020 mengatakan semangat syawal harus berarti peningkatan kualitas amal, harus diikuti dengan kualitas peningkatan kinerja. Termasuk persiapan  Menghadapi Pilkada Lanjutan 2020.

"Mari kita bangun tekad untuk menyukseskan pemilihan serentak lanjutan 2020. Jika nanti Rancangan Peraturan KPU telah diundangkan, maka semua harus mempelajari dan melaksanakan aturan itu dengan baik,"

 urainya.

Pada kesempatan itu, pemenuhan kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) untuk memenuhi Protokol Kesehatan dalam Pilkada Lanjutan 2020 menjadi sangat penting sekali.

Sementara itu, kemampuan APBD dalam mendukung pemenuhan APD di konteks Pilkada lanjutan 2020 tidak semuanya mampu.

"Maka APBN lah harapan kita untuk merealisasikan hajat nasional ini. Jika ternyata pembiayaan Pilkada lanjutan 2020 tidak dapat direalisasikan, maka putusan untuk melakukan Pilkada lanjutan 2020 akan sangat berisiko. Pada Kontek itu, hendaknya pemangku kepentingan soal anggaran ini, benar-benar dapat memperhatikan urgensinya. Kita harus optimis membangun sebuah rencana. Namun analisis yang realistik tetap juga harus menjadi syarat," sambungnya. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00