PHP Kada Kuansing Tidak Dapat Diterima, KPU Segera Tetapkan Pason Terpilih

KBRN, Pekanbaru : Permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Kepala Daerah (Kada) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Tahun 2020 tidak dapat diterima oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Putusan MK tersebut menjadi dasar bagi KPU Kuansing yang akan segera menetapkan Pasangan Calon (Paslon) terpilih.

Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kuansing, Wawan Ardi mengatakan pihaknya sangat bersykur, bahwa PHP Pilkada Kuansing ditolak MK.

"Putusan MK itu maka PHP Pilkada Kuansing sudah memiliki kekuatan hukum tetap, tidak ada lagi celah bagi siapapun terkait dengan putusan KPU Kuansing soal hasil rekapitulasi Pilkada Kuansing tahun 2020," ujarnya, Kamis (18/2/2021).

Dikatakan, putusan itu juga menjadi dasar bagi KPU Kuansing untuk menetapkan Paslon terpilih yang dijadwalkan ditetapkan dalam rapat pleno pada hari Sabtu tanggal 20 Februari 2021 yang akan datang.

"Salinan putusan itu memerintahkan paling lama lima hari setelah menerima salinannya wajib ditetapkan Paslon terpilih. Jadi kita agendakan pada Sabtu," jawabnya.

Sebelumnya MK memutuskan menolak permohonan PHP Pilkada Kuansing yang diputuskan dalam sidang lanjutan pada hari Rabu tanggal 17 Februari 2021.

“Menyatakan permohonan Pemohon tidak dapat diterima,” kata Ketua Pleno Hakim Konstitusi Anwar Usman didampingi para hakim konstitusi lainnya saat membacakan petikan amar Putusan Nomor 60/PHP.BUP-XIX/2021 dalam persidangan yang digelar secara virtual pada Rabu (17/02/2021), Pukul 16.00 di Ruang Sidang Pleno MK.

Paslon Halim dan Komperensi saat mengajukan gugatan PHP dalam permohonannya mengajukan pembatalan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kuantan ingingi Nomor 912/PL/02.6-Kpt/1409/KPU-Kab/XII/2020 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Perhitungan Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kuantan Singingi Tahun 2020, tanggal 16 Deember 2020.

Perkara PHP Kada Kuansing 2020 telah melalui beberapa tahap seperti tahap pemeriksaan pada persidangan pendahuluan dan lanjutan terkait pemenuhan syarat selisih perolehan suara dan berkaitan dengan tenggat waktu pendaftaran permohonan ke MK. Kemudian MK juga telah mendengarkan seluruh dalil-dalil yang diajukan Pemohon, juga jawaban KPU Kuansing, Bawaslu, dan Pihak Terkait. Perkara ini juga telah dirapatkan dalam Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) secara tertutup untuk menilai dan mempertimbangkan dalil-dalil yang diajukan oleh Pemohon.

Dalam pertimbangan putusan yang disampaikan Hakim Konstitusi Aswanto di persidangan, Mahkamah menyatakan bahwa jumlah perbedaan perolehan suara antara Pemohon dan Paslon pemenang adalah sebanyak 1.5% x 159.651 suara, yaitu 2.395 suara. Kemudian, sesuai dengan perhitungan suara Termohon maka suara yang diperoleh Pemohon adalah 52.383 suara, sedangkan perolehan suara paslon pemenang (Pihak Terkait) adalah sebanyak 70.283 suara. Sehingga diketahui perbedaan antara kedua paslon tersebut adalah 17.900 suara atau sebesar 32.81% atau lebih dari ambang batas yang disyaratkan oleh UU.

Oleh karena Pemohon tidak memenuhi Pasal 158 ayat (2) huruf b UU 10 Tahun 2016, maka Pemohon tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan Permohonan PHP Kada ke MK. Hal ini membuat eksepsi Termohon dan Pihak Terkait menjadi beralasan hukum.

Perlu diketahui, pasangan Halim dan Komperensi dalam permohonannya tidak hanya mempersoalkan perselisihan hasil suara saja, tetapi juga mempersoalkan adanya pelanggaran-pelanggaran serta kecurangan terhadap asas jujur dan adil yang bersifat terstruktur, sistmatis dan masif dalam penyelenggaraan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kuantan Singingi Tahun 2020.

Kemudian, terhadap hasil perhitungan suara yang dilakukan Termohon, Pemohon merasa keberatan karena terdapat banyak pelanggaran dan kecurangan yang bersifat terstruktur serta masif selama pelaksanaan Pilkada di Kuansing. Hal tersebut sangat mempengaruhi perolehan suara Pemohon. Hasil tersebut bertentangan dengan asas-asas pemilu yang jujur, adil, langsung, umum, bebas, dan rahasia. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00