Paslon Nomor Urut 5 Minta PSU di Pilkada Inhu

KBRN, Pekanbaru : Saat Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang permulaan gugatan hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Indragiri Hulu (Inhu) tahun 2020 pada hari Selasa tanggal 26 Januari 2021 sekira pukul 17.00 WIB, dengan agenda  mendengarkan pembacaan pokok permohonan oleh pemohon, Paslon Nomor urut 5, Rizal Zamzami dan Yoghi Susilo melalui kuasa hukum pemohon, Saut Maruli Tua Manik, meminta pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Pada persidangan perdana yang dipimpin oleh Ketua MK, Anwar Usman memberikan kesempatan kepada kuasa hukum pemohon untuk membacakan pokok permohonan selama sepuluh menit.

Usai pembacaan pokok permohonan, kuasa hukum mengajukan untuk penambahan alat bukti selain bukti B1 sampai dengan B77.

Penambahan alat bukti tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 2 Februari 2021 sebelum pelaksanaan sidang lanjutan.

Pada sidang perdana tersebut, majelis hakim juga mengesahkan Pasangan Calon (Paslon) Rezita Meylani Yopi - Junaidi Rachmat sebagai pihak terkait.

Pada sidang kedua nantinya, diagendakan untuk mendengarkan jawaban termohon dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Inhu.

"Kita sudah menyiapkan jawaban-jawaban yang akan disampaikan pada saat sidang lanjutan yang akan digelar pada tanggal 2 Februari 2021 mendatang," ujar Ronaldi Ardian, Koordinator Divisi Hukum KPU Inhu.

Sebelumnya, Komisioner KPU Riau Divisi Hukum dan Pengawasan Firdaus mengatakan, KPU Kabupaten Inhu sudah menyiapkan bahan secara matang untuk menghadapi persidangan yang mana agenda awalnya pemeriksaan pendahuluan.

"Selama beberapa hari terakhir sudah briefing kita secara rutin di KPU Riau, termasuk pengacara KPU juga untuk mematangkan persiapan,"ujar Firdaus.

Menurut Firdaus perwakilan dari KPU hanya bisa diwakilkan dua orang saja masuk ke persidangan, dimana satu orang kuasa hukum dan satu lagi wakil dari Kabupaten.

"Jadi nggak bisa masuk secara bersamaan ramai-ramai, hanya 2 orang. 1 kuasa hukum dan 1 KPU,"ujar Firdaus.

Firdaus bersama lima KPU yang digugat di MK masih optimis bisa menang pada sengketa hasil di MK tersebut.

Karena mereka sebagai penyelenggara juga sudah menyiapkan seluruh materi yang akan dibuka nantinya di sidang MK.

"Kami optimis bisa menang di MK,"ujar Firdaus, Rabu (27/1/2021). (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00