Cawako Dumai Eko Suharjo Meninggal, Pencalonan di Pilkada Dumai Tidak Diganti

KBRN, Pekanbaru : Calon Walikota Dumai, Eko Suharjo meninggal dunia setelah menjalani isolasi akibat Covid-19. Namun dipastikan pasangan nomor urut dua di Pilkada kota Dumai, eko Suharjo - Syarifah, akan tetapi karena tidak bisa diganti lagi.

Hal itu dikatakan oleh Divisi Teknis KPU Riau, Joni Suhaidi yang dihubungi melalui telpon selulernya, Rabu (25/11/2020).

Dikatakan, calon wakilnya Syarifah akan ditetapkan peserta pemilihan dan tidak mempengaruhi surat suara.

"Sesuai regulasi, karena berhalangan tetap, 29 hari jangka waktu sebelum pemungutan suara tidak dapat diganti, sekarang pemilihan tinggal 13 hari lagi jadi tidak bisa diganti lagi," ujarnya.

Dijelaskan, surat suara yang dicetak juga tidak bisa diganti lagi, tetap ada foto almarhum Eko Suharjo di surat suara tersebut.

"Apabila foto almarhum dicoblos tetap sah suara untuk pasangan nomor urut 2," ungkapnya.

Kemudian bila seandainya pasangan nomor urut 2 itu terpilih menjadi pemenang, maka menurutnya, wakilnya Syarifah akan tetap dilantik menjadi wakil walikota. Sedangkan prosesnya pergantiannya menjadi kewenangan DPRD.

"Pengisian nanti akan dilakukan proses pengisian jabatan melalui mekanisme di DPRD," jelasnya.

Sebelumnya dilaporkan kabar duka datang dari kota Dumai, Wakil Walikota yang juga Calon Walikota Dumai Eko Suharjo Berpulang ke Rahmatullah pada Rabu (25/11/2020) sekitar pukul 02.15 WIB.

Eko Suharjo tutup usia di umur 46 tahun di Rumah Sakit Awal Bros Panam Pekanbaru, Rabu dinihari.

Eko Suharjo yang meninggalkan satu orang istri dan tiga orang anak sebelumnya sempat dirawat intensif terkait Covid-19 di Awal Bros Panam sejak tanggal 7 November 2020.

Setelah menjalani isolasi dan perawatan intensif, dinyatakan negatif Covid-19 pada 13 November 2020.

Meski sudah dinyatakan negatif, Eko masih harus menjalani isolasi. Di samping itu masih ada penyakit bawaan diabetes dan jantung yang masih memerlukan perawatan intensif.

Pada Sabtu, 21 November 2020 kondisi kesehatannya kembali memburuk dan harus dirawat di ruangan HCU. Lalu, Rabu (25/11/2020) dinihari sekira pukul 02.15 WIB menghembuskan nafas terakhir.

Komisioner KPU Riau Divisi Partisipasi Masyarakat, Nugroho Noto Susanto juga mengatakan berdasarkan UU nomor 10 tahun 2016 pasal 54 ayat 7 dan 8, dan PKPU 1 Tahun 2020 pasal 79 ayat 2 huruf b tentang pencalonan pemilihan 2020, dijelaskan, bagi calon yang meninggal dunia dalam waktu kurang dari 30 hari sebelum pemungutan suara maka tidak dilakukan penggantian calon.

Saat ini, kata Nugroho, pemilihan suara yang akan digelar 9 Desember mendatang tinggal menyisakan kurang lebih dua pekan. Maka berdasarkan regulasi tersebut tidak perlu melakukan pergantian calon.

"Surat suara tetap menyebut nama calon yang bersangkutan dan calon wakil Walikotanya. Perolehan suara pada hari pemungutan suara akan tetap dihitung dan berlaku," kata Nugi.

Seperti diketahui, pasangan Eko Suharjo - Syarifah merupakan pasangan calon nomor urut 2 pada Pilwako Dumai tahun 2020. Pasangan ini diusung tiga partai, yakni Demokrat, Golkar, dan Hanura. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00