Sejak 22 November 2020, Paslon Dapat Memasang Iklan di Media Massa

KBRN, Pekanbaru : Berdasarkan ketentuan sejak hari Minggu tanggal 22 November sampai hari Sabtu 5 Desember 2020, pasangan calon kepala daerah dapat memasang iklan kampanye di media masa. Iklan kampanye tersebut akan ditayangkan di media cetak atau koran serta media elektronik yakni televisi dan radio. Masa kampanye lewat media massa digelar pada 14 hari terakhir masa kampanye.

Komisioner KPU Provinsi Riau, Nugroho Noto Susanto menjelaskan, Kebijakan pengaturan kampanye melalui media diatur di dalam PKPU Nomor 4 Tahun 2017 dan PKPU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Perubahan atas PKPU Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Pemilihan.

Ketentuan tersebut sudah diatur dalam pasal 47A Peraturan KPU (PKPU) nomor 11 tahun 2020 tentang Kampanye. Diaturnya jenis media untuk memastikan proses iklan dilaksanakan dengan standar yang terukur sehingga kampanye berlangsung efektif.

“Sedangkan untuk media online, pasangan calon atau kandidat bisa memasangnya sendiri dengan desain sendiri. Penayangan iklan oleh media online hanya dibatasi 5 Media dengan sayarat, media online sudah di verifikasi oleh Dewan Pers. Kalau medianya belum di verifikasi maka teknisnya tim atau media dipersilakan berkoodinasi dengan KPU setempat,” kata Nugi, Selasa (24/11/2020).

Dikatakan, untuk materi iklan sebelum ditayangkan ke media online, iklan paslon harus di verifikasi ke KPU atau melihat desain iklannya, karena jangan sampai ada meteri iklan yang profokasi.

“KPU kabupaten/kota hanya memfasilitasi iklan kampanye Paslon di media elektronik seperti TV dan Radio dan media cetak yakni koran,” ujarnya seraya menambahkan, lama penayangan selama 14 hari sejak 22 November 2020 mendatang. Hal itu diatur dalam Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2020.

KPU berharap dengan adanya iklan layanan kampanye ini, masyarakat bisa mengetahui lebih jelas mengenai visi misi dan program paslon. Apalagi penayangan ini sampai mendekati hari perhitungan dan pemungutan suara.

Nugi memastikan iklan layanan di media massa ditanggung KPU. Sedangkan iklan kampanye melalui media sosial dan media dalam jaringan dibiayai paslon.

”Semoga efektif masyarakat bisa melihat membaca atau mendengarkan program visi dan misi melalui media massa,” tuturnya. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00