KPU Kota Dumai Jadikan RRI Sebagai Media Penyiaran Pilkada Serentak 2020 

KBRN, Pekanbaru : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Dumai akan melibatkan LPP RRI Pekanbaru sebagai salah satu radio yang menjadi media dalam penyiaran Pilkada Serentak 2020. 

Komitmen itu terungkap saat jajaran KPU Kota Dumai menjajaki kerjasama dengan manajemen LPP RRI Pekanbaru dalam rangka menyukseskan pelaksanaan pilkada serentak 2020, terutama dalam hal penyiaran iklan kampanye dan debat publik yang dipimpin oleh ketua KPU Dumai, Darwis didampigi komisioner, Parno dan staf saat pertemuan dengan kepala RRI Pekanbaru, Ngato didampingi jajaran, Senin (19/10/2020) di kantor RRI Pekanbaru, di Jalan Sudirman Pekanbaru.

"Kedatangan kami kesini untuk melakukan kerjassama yaitu akan melibatkan RRI sebagai salah satu media publik untuk ikut menyukseskan Pilkada Serentak 2020, sehingga penjajakan yang dilakukan masih akan difinalisasi, agar nantinya RRI menjadi salah satu media penyiaran untuk iklan kampanye," jelasnya.

Dikatakan, dipilihnya RRI sebagai salah satu media elektronik karena banyak faktor, salah satunya adalah biaya atau dana yang diperlukan KPU untuk melakukan sosialisasi sudah memiliki standar yang diterapkan oleh pemeritah.

"Memeng banyak juga media lain yang akan kami libatkan, seperti televisi dan radio lainnya," ungkapnya.

Sementara itu, Ngatno mengaku rri memberikan kesempatan yang luas kepada penyelenggara Pemilu, seperti KPU dan Bawaslu untuk memanfaatkan RRI sebagai media penyiaran dalam pelaksanaan Pemilu maupun Pilkada.

"Kesempatan tidak saja bagi KPU Dumai, tetapi kepada seluruh KPU di Indonesia, dalam rangka melaksanakan fungsi RRI sebagai media publik yang juga turut berkontribusi untuk menyukseskan Pilkada serentak 2020. Tetapi tentu saja harus sesuai regulai, adil dan berimbang bagi para calon, makanya kita berhubungan dengan KPU," katanya.

Penjajakan berlangsung dalam suasana sederhana dengan kesimpulan RRI menjadi salah satu mitra KPU Kota Dumai untuk menyukseskan Pilkada Serentak 2020. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00