KPU Surati Bawaslu di Riau Minta Temuan 51.520 Pemilih TMS Agar Ditindaklanjuti

KBRN, Pekanbaru : Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Provinsi Riau secara resmi menyurati Bawaslu di Provinsi Riau untuk memminta hasil pengawasan di 9 Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020. Sebab hasil Pengawas Pemilu saat terhadap tahapan Pencocokan dan Penelitian (coklit) Pemutakhiran Data Pemilih yang dimulai pada tanggal 15 Juli sampai dengan 13 Agustus 2020, menemukan sebanyak 51.520 Pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) masuk dalam daftar Pemilih (form model A-KWK). Surat untuk meminta Bawaslu menyerahkan by name by address agar temuan itu ditindak lanjuti.

"Karena kalau tidak ada surat resmi dari Bawaslu, maka kami tidak bisa menindaklanjutinya. Kita minta itu by name by address agar ditindak lanjuti," kata anggota KPU Provinsi Riau, Abdul Rahman, Minggu (16/8/2020).

Dia mengatakan bahwa walaupun ditemukan Bawaslu, tetapi data itu berasal di Disdukcapil yang dimutahirkan oleh Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP).

"Kalau memang ada pemilih TMS yang masih terdapat dalam A-KWK tersebut terdiri dari 19.820 Pemilih yang tidak dikenal dan/atau bukan penduduk setempat, dimana lokasi dan tempatnya, biar kami cek kembali untuk memastikannya," ungkapnya.

Menurutnya, jajaran KPU juga sudah melakukan Coklit terhadap data 13.321 Pemilih yang telah meninggal dunia, 479 Pemilih berstatus sebagai TNI/Polri, 1.349 Pemilih Ganda, 1.115 Pemilih yang masih dibawah Umur serta 15.385 Pemilih yang telah Pindah Domisili.

"Termasuk kepada 39.465 Pemilih yang ditetapkan Bawaslu Memenuhi Syarat (MS) namun tidak masuk dalam daftar Pemilih pada Pilkada 2020 ini. Itu sudah kami tindaklanjuti," katanya. 

Diakui juga khusus di Kabupaten Rokan Hilir pihaknya juga menemukan sebanyak 207 Pemilih di TPS 005 Desa Jumrah Kecamatan Rimba Melintang, Pemilih yang Memenuhi Syarat (MS) tapi tidak masuk dalam A-KWK (daftar Pemilih). Selain itu juga ditemukan PPDP yang melimpahkan tugasnya kepada orang lain yang tidak mempunyai kewenangan (joki).

"Khusus temuan di Rohil. Kita juga menemukan itu. Bahkan jumlahnya persis sama. Jadi seperti itu yang inginkan agar data itu diserahkan lalu kita teliti lagi agar Pelaksanaan Pilkada 2020 dengan menjaga hak pilih Warga Negara Indonesia (WNI) untuk dapat memilih pemimpin daerahnya masing-masing,” ungkapnya. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00