Kejari Kuansing Layangkan Surat Ke Sekdaprov Pemanggilan Kadis Pertambangan Riau

KBRN,Pekanbaru : Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing Hadimam SH.,MH, tertanggal 20 September 2021 melayangkan surat ke Sekda Provinsi (Sekdaprov) Riau.

Surat nomor R-69/L.4..18/Fd.1/09/2021 yang di tanda tangani langsung oleh Kejari Kuansing Hadiman SH.,MH menyampaikan permohonan bantuan terkait pemanggilan  Kepala Dinas Pertambangan dan Sumber Daya Mineral Riau, IAL pada Sekda Prov Riau.

IAL, di jadwalkan akan di mintai keterangan, Kamis (23/9/2021) di Kantor Kejaksaan Negeri Kuansing.

"Betul. Kita sudah layangkan surat pada Sekdaprov Riau tanggal 20 September  untuk pemanggilan Kadis Pertambangan dan Sumber Daya Mineral Riau, IAL," kata Hadiman SH MH, Rabu (22/9/2021) di Teluk Kuantan.

Pemanggilan Indra Agus Lukman, jelas Hadiman, untuk dimintai keterangan dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan Bimtek pembinaan bidang pertambangan dan akselerasi ke Provinsi Bangka Belitung di Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Kuansing yang di sinyalir fiktif, kata Hadiman yang merupakan Kajari terbaik 3 se-Indonesia.

Bersumber dari dana APBD Kabupaten Kuansing tahun 2013-2014 sebesar Rp765.512.700,- juta.

Kasus ini telah merugikan keuangan negara sebesar Rp500.176.250,- juta. Pada tahun 2014 lalu, hakim pengadilan sudah menjatahui hukum pada dua orang terdakwa. Masing-masing Edisman dan Ariadi.

ED selaku Bendahara Pengeluaran dan AR selalu PPTK di Dinas ESDM Kuansing sudah di vonis bersalah oleh hakim pengadilan. Masing-masing di jatuhi hukuman 1 tahun penjara.

Keduanya sudah di berhentikan sebagai ASN pada tahun 2019 begitu keluarnya kebijakan pemerintah terkait tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh ASN.

Sementara IAL, pada tahun itu menjabat sebagai Kepala Dinas ESDM Kuansing ikut dalam kegiatan itu sesuai BAP (berita acara perkara) yang disampaikan ED dan AR. (ril)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00