Tersangka Dugaan Korupsi BUMD, Mantan Bupati Inhil Batal Diperiksa

Mantan Bupati Indragiri Hilir Indra Muchlis Adnan. Dok: internet

KBRN, Pekanbaru: Mantan Bupati Indragiri Hilir dua periode, Indra Muchlis Adnan, menjalani proses pemeriksaan sebagai tersangka, Kamis (23/6/2022). Indra Muchlis terjerat dugaan rasuah penyertaan modal pada BUMD Inhil, PT Gemilang Citra Mandiri (GCM) tahun 2004, 2005, 2006 senilai Rp4,2 miliar.

"Sudah dipanggil, datang. Cuma dia ini masih sakit kondisinya," kata Kepala Kejari Inhil, Rini Triningsih, saat dikonfirmasi Kamis siang.

Disebutkan Rini, dikarenakan hal itu, tersangka saat diperiksa belum bisa memberikan keterangan selengkap-lengkapnya.

Jaksa hanya baru mengajukan pertanyaaan awal. Melihat kondisi tersangka yang tak memungkinkan itu, akhirnya pemeriksaan tidak berjalan maksimal dan diakhiri.

Namun guna memastikan tersangka betul-betul dalam kondisi sakit, jaksa juga mendatangkan dokter untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi kesehatan orang nomor satu di kabupaten berjuluk 'Negeri Seribu Parit' tersebut.

"Intinya kondisi (tersangka) masih lemah, masih harus istirahat," ungkapnya.

Indra Muchlis sudah beberapa kali mangkir dari panggilan jaksa. Ketika itu, ia mengaku sakit, namun tidak ada surat keterangan dari dokter.

"Itu kan kemarin tidak ada surat dokternya," sebut Kajari Inhil.

Dipaparkannya, jaksa akan kembali melayangkan panggilan terhadap yang bersangkutan. Indra Muchlis akan diperiksa lagi jika kondisinya sudah sehat.

Rini menambahkan, saat ini proses pemberkasan masih berjalan. Jaksa sudah memeriksa cukup banyak saksi pasca penetapan tersangka.

Dalam kasus ini, jaksa penyidik Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Inhil selaku pihak yang menangani perkara ini, juga menjerat Zainul Ikhwan, Direktur PT GCM sebagai tersangka.

Dari dua tersangka itu, Zainul Ikhwan langsung dilakukan penahanan dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Tembilahan untuk 20 hari ke depan. Sebelum ditahan, dia dipanggil untuk diperiksa dalam statusnya sebagai tersangka.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar